Paus Raksasa Terdampar Di Perairan Aceh Timur

Kondisi ikan paus jenis paus sperma yang memiliki panjang 15,50 meter, dengan bobot  diperkirakan 10 ton lebih, terdampar di pesisir Pantai Aceh Timur (Dok. ZK/KM)
Kondisi ikan paus jenis paus sperma yang memiliki panjang 15,50 meter, dengan bobot  diperkirakan 10 ton lebih, terdampar di pesisir Pantai Aceh Timur (Dok. ZK/KM)

ACEH TIMUR (KM) – Seekor ikan paus jantan terdampar dalam kondisi mati di bibir pantai Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur sejak Minggu (17/6). Namun sampai dengan Senin (18/6) bangkai paus yang telah mengeluarkan bau busuk tersebut masih diupayakan untuk dievakuasi. Diperkirakan bahwa satwa dilindungi tersebut terdampar dalam kondisi sudah mati.

Mamalia raksasa yang diketahui jenis sperm whale atau paus sperma itu memiliki panjang 15,50 meter, dengan bobot diperkirakan 10 ton lebih. Fenomena matinya hewan laut yang yang bernafas dengan paru-paru itu spontan menjadi tontonan bagi warga setempat, bahkan ada juga yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Aceh Timur.

Kejadian ini juga bukan yang pertama kalinya di Aceh. Pada November 2017, sebanyak 10 ekor ikan paus terdampar di kawasan pantai Ujung Kareng, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.

Alamsyah, salah seorang warga Julok, Aceh Timur yang datang ke lokasi untuk melihat satwa tersebut mengaku menyayangkan peristiwa ini dab berharap agar pihak terkait segera mencari tahu penyebab kematian paus sperma ini.

“Saya berharap agar pihak terkait segera mencari tahu penyebab kematian ikan paus itu,” kata Alamsyah.

“Saya sangat menyayangkan jika peristiwa itu disebabkan oleh manusia, karena dikhawatirkan hewan raksasa tersebut akan punah dengan sendirinya,” tutup Alamsyah.

Tim dari BKSDA sedang mengukur paus yang terdampar, Senin 18/6/2018 (Dok. ZK/KM)

Tim dari BKSDA sedang mengukur paus yang terdampar, Senin 18/6/2018 (Dok. ZK/KM)

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo saat dihubungi KM menjelaskan bahwa untuk saat ini belum diketahui pasti penyebab matinya paus sperma itu, karena masih menunggu hasil nekropsi (autopsi/pembedahan post mortem) dari tim yang bertugas di lapangan.

“Untuk saat ini masih belum bisa dipastikan penyebabnya, karena kita harus menunggu hasil nekropsi dulu,” ujarnya.

Reporter : ZK
Editor : HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*