Fadli Zon: “Orang Indonesia Tidak Punya Bakat Jadi Teroris”

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (dok. KM)
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Ditangkapnya 3 terduga teroris di Kampus UNRI Riau membuat Wakil Ketua DPR Fadli Zon angkat bicara.

“Saya kira ini harus jadi perhatian kita bersama kalau memang itu satu kejadian yang betul-betul akurat atau ada dan bukan sesuatu yang by design. Saya kira ini keprihatinan bisa masuk ke kampus,” kata Fadli.

“Kita harus waspada, jangan-jangan memang ada infiltrasi. Saya yakin kampus itu tidak seperti itu, apalagi kampus punya pengamanan yang cukup baik,” ungkapnya.

Sementara itu Fadli mengaku setuju bahwa terorisme di Indonesia harus diberantas “secara total”.

Menurutnya, masyarakat Indonesia “cinta damai, toleran karena budaya kita beragam. Saya tidak percaya kalau orang Indonesia punya bakat jadi teroris, kecuali dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan apapun,” pungkas Fadli.

Fadli menilai, kampus punya “mekanisme internal” untuk pengamanan di dalamnya, dan pengamanan oleh aparat sebaiknya diminimalisir.

“Jadi semaksimal mungkin harus dihindari upaya memasuki kampus dengan bawa senapan karena merugikan dunia akademik,” sambungnya.

Terkait terduga teroris yang akan menargetkan Gedung DPRD dan DPR RI, dirinya “tidak yakin”.

“Saya tidak yakin, mudah-mudahan ini tidak benar,” katanya.

“Apa tujuannya? DPR kan Gedung Rakyat, mereka ini siapa? Apa kepentingannya, mau apa?” tanya Fadli.

“Mudah-mudahan ini hanya gejala yang terjadi di suatu tempat, bukan fenomena. Apalagi saya baca ada di beberapa kampus, saya sangat yakin tidak ada hal tersebut,” cetusnya.

Advertisement

“Kampus-kampus kita kampus-kampus modern dan mahasiswa kita cerdas dan tidak mungkin ikut, apalagi sampai pembuatan bom dan sebagainya, masa di dalam kampus, nggak yakin,” ujar Fadli.

“Apalagi ini kampus negeri, punya pengamanan, mudah-mudahan nggak benar.”

“Atau orang dari luar, bukan mahasiswa, yang memanfaatkan tempatnya karena mencari tempat yang orang tidak menyangka bahwa itu bisa dipakai dan sebagainya,” lanjut politisi Partai Gerindra itu.

Fadli juga mengatakan bahwa dirinya setuju dengan apa yang disampaikan Rektor UNRI bahwa pengusutan terhadap kasus terorisme tersebut harus melibatkan kampus.

“Harusnya begitu, pihak kampus harus transparan karena mencoreng perguruan tinggi negeri, swasta, akademik pendidikan dan nama Indonesia karena ini terjadi di kampus, jadi harus di cek benar apakah ini kejadian aktual atau memang ada di kampus, atau mereka hanya kesempatan dari orang yang tidak bertanggung jawab.”

Dirinya berharap kalau memang ada dan tertangkap, jangan dibunuh tapi diadili, “agar kita tahu apa yang mereka rencanakan,” tutupnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: