Sekcam Sukma Jaya: Tumpukan Sampah di Kelurahan Bakti Jaya “Keinginan Warga Sendiri”

Sekcam Sukma Jaya, Mulyo, bersama Lurah Bakti Jaya, Pairin (dok. KM)
Sekcam Sukma Jaya, Mulyo, bersama Lurah Bakti Jaya, Pairin (dok. KM)

DEPOK (KM) – Penumpukan sampah di lingkungan Kelurahan Bakti Jaya Depok sampai saat ini masih menimbulkan pertanyaan dari sejumlah warga.

Menurut Sekretaris Kecamatan Sukma Jaya, Mulyo, tempat pembuangan sampah di samping Kantor Kelurahan Bakti Jaya merupakan keinginan warga sendiri, dan keberadaan sampah ini sudah lama.

“Namun jika masyarakat menginginkan agar dipindahkan, monggo, kita kembalikan kepada masyarakat,” lanjut Mulyo, usai mengikuti acara santunan yatim dan dhuafa di Kantor Kelurahan Bakti Jaya, Depok, Sabtu (5/5).

Menurutnya, selain aksesnya juga menguntungkan, dari pengangkutannya juga “sangat mudah” karena lokasinya di pinggir jalan. Namun ia meyakini bahwa pemerintah tetap akan memfasilitasi jika mau dipindahkan.

“Tinggal di kasih tahu saja titik pindahnya dimana,” ungkap Mulyo.

Selain itu, Kecamatan Sukmajaya sudah memperoleh Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) tertinggi di Depok.

“Jadi kita saat adanya pembangunan, pergeseran Tempat Pembuangan Sampah (TPS) seperti ini , ataupun pemindahan, tentunya kita tidak bisa mengesampingkan peran serta masyarakat, Kita tidak bisa memindahkan semena-mena, tanpa ada rembukan warga, tapi kemungkinannya sangat kecil bisa terjadi karena ini juga keinginan warga sendiri, jadi kita menunggu dari bawah,” jelasnya.

Lebih lanjut Mulyo juga menyampaikan konsep pembangunan yang diusung pasangan Walikota dan Wakil Walikota Depok M. Idris dan Pradi Supriatna yang saat ini “sangat mengakomodir” keinginan masyarakat.

“Artinya ini datang dari masyarakat itu sendiri, pemerintah akan memfasilitasi, maunya warga dipindahkan kemana dan maunya gimana kita tidak akan semena-mena, Insya Allah pemerintahan kota Depok tidak semena-mena,” imbuhnya.

Advertisement

Mulyo juga mengatakan jika dipindahkan ke suatu tempat tertentu yang ditunjuk masyarakat, belum tentu juga masyarakat sekitar menerima dengan baik.

“Dan belum tentu juga masyarakat yang lama (membuang) di sini menerima dengan baik, karena pembuangannya lebih jauh, jadi banyak faktor. Kami tetap mengakomodir melalui ujung tombak kita di Kelurahan sama aparatnya, jadi kami tetap memfasilitasi keinginan warga sekitar,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Bakti Jaya Pairin mengungkapkan jika dirinya saat masih jadi Sekretaris Kelurahan di tahun 2013, ia pernah minta dipindahkan ke kawasan RRI.

“Tapi dengan catatan harus pindah kalau suatu saat pihak RRI mau menggunakan tempat itu,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Pairin, Pemerintah Depok tidak mau dengan lisan saja, dan harus ada MOU antara pihak RRI dan Pemkot Depok minimal 5 sampai 10 tahun, karena sarana pemeliharaan sampahnya mahal.

” Tapi dari pihak RRI hanya mengizinkan dalam waktu 1 tahun, dan tidak mau MOU, jadi pada saat itu tidak menemukan solusinya,” terang Pairin. Lebih jauh kata Pairin, lahan untuk menampung sampah di Sukma Jaya ini sudah tidak ada, selain di RRI.

“Kalau kelurahan sudah sering kali mengusulkan, tapi bukan pemindahan sampah, tapi pengolahan sampahnya, jadi yang tidak ada itu lokasi lahannya yang sulit,” tandas Lurah Bakti Jaya itu.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*