Secure Parking Beroperasi, Pasar Induk Kemang Tambah Kisruh

BOGOR (KM) – Beroperasinya PT. Atmosfir Kreasi Mandiri beberapa hari kebelakang ini dengan pengelolaan secure parking di Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor menambah polemik permasalahan pengelolaan yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Hingga hari ini, belum ada ketetapan hukum yang pasti terhadap pengelolaan Pasar TU. Kisruh antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD. PPJ) dan PT. Galvindo Ampuh tak kunjung selesai.

Status quo yang di tetapkan Plt Walikota Bogor terhadap pengelolaan Pasar TU tidak dihiraukan dengan beroperasinya secure parking PT. Atmosfir Kreasi Mandiri. Selain itu, diduga izin terkait pengelolaan parkir pun tidak dimiliki. Hal ini mendapat keluhan dari Forum Pengemudi Transportasi Pasar Induk Kemang yang sehari-hari beraktifitas dan mencari nafkah di Pasar TU.

“Berjalannya secure parkir PT. Atmosfir Kreasi Mandiri ini malah membuat beban berat bagi para pedagang, pembeli, dan seluruh elemen yang beraktifitas di Pasar TU ini, karena biaya yang besar bagi kendaraan baik roda 2 maupun roda 4. Hampir semua di sini (Pasar TU) mengeluh dan kecewa terhadap pengelolaan parkir,” ungkap ketua Forum Pengemudi Tranportasi Pasar Induk Kemang, Mawi, kepada awak media, Jumat 18/05/2018.

“Ya beban biaya parkir bisa mencapai puluhan ribu, ada yang sampai Rp30 ribu padahal hanya sebentar parkir di Pasar TU. Semua pihak sangat kecewa dengan adanya PT. Atmosfir yang mengelola parkir,” lanjutnya.

“Sebelumnya biaya parkir mau roda 2 atau roda 4, mau parkir 1 jam sampai dengan berhari-hari hanya kena biaya Rp3 ribu. Semua pihak dari pedagang, pembeli, pengangkut barang, dan juga jasa transportasi sudah menyatakan keberatan dan tidak setuju dengan sistem pengelolaan sekarang ini.”

Menurut Mawi, sudah lebih dari 300 orang yang menandatangani pernyataan penolakan yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Bogor.

“Pengelolaan bukan semakin baik buat kami yang beraktifitas mencari nafkah di Pasar TU, justru malah semakin membebani kami,” kata Mawi.

“Saya harap pihak Pemkot Bogor segera menyelesaikan masalah ini. Ini masalah perut masyarakat, sangat sensitif sekali, sangat tidak menutup kemungkinan bisa terjadi gesekan pihak-pihak di Pasar TU.”

“Apalagi beberapa hari ini, setelah PT. Atmosfir Kreasi Mandiri beroperasi, banyak unsur-unsur Ormas dan LSM yang ada di lokasi, seakan-akan ikut campur terhadap pengelolaan Pasar TU.”

“Pemkot Bogor harus secepatnya menangani masalah ini jangan di diamkan saja, permasalahan masyarakat Kota Bogor menjadi bagian tanggungjawab Pemkot Bogor,” ujarnya

Sebelumnya, Plt Walikota Bogor Usmar Hariman saat dikonfirmasi KM terkait PT. Atmosfir Kreasi Mandiri hanya menyarankan agar bertanya kepada Direksi PD PPJ atau Badan Pengawas PD PPJ.

Sementara Direktur Utama PD PPJ Kota Bogor Andri Latif hingga hari ini tidak merespon kepada awak media. Demikian pula Direktur Operasional PD. PPJ Syuhairi, yang tidak sama sekali merespon dan tidak berkenan untuk ditemui awak media hingga saat ini.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*