Pengembang Tol BORR Abaikan Tuntutan Warga Bukit Cimanggu City, Advokat: “Ini Meledek Warga BCC!”

Harry Ara Hutabarat (ist)
Advokat Harry Ara Hutabarat (ist)

BOGOR (KM) – Jelang peresmian jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 2B, rencana tersebut menemui hambatan. Pasalnya, warga Bukit Cimanggu City (BCC), Kecamatan Tanah Sareal, melakukan petisi untuk bisa mengakses tol BORR seksi 2B itu langsung dari gerbang keluar perumahan BCC.

Diketahui sebelumnya, warga BCC berunjuk rasa menolak beroperasinya tol BORR lantaran kecewa aspirasi warga tak kunjung ditanggapi PT. Marga Sarana Jabar (PT. MSJ) bebarapa waktu lalu.

Hal ini mendapat respon Ketua Dewan Pembina Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) Harry Ara, yang mengaku “sangat berempati” dengan petisi dan aksi unjuk rasa warga BCC tersebut.

“Warga yang memang bertahun-tahun terkena dampak langsung dari kegiatan pembangunan proyek tol BORR seksi 2B tersebut… dari mulai macet, debunya, dan resiko-resiko kegiatan pembangunan. Warga selama proyek berjalan sudah kenyang dengan dampak yang di sebabkan dari pengerjaan proyek,” ungkap Harry Ara kepada kupasmerdeka.com Selasa 22/05/2018.

Ara, sapaan akrabnya menuturkan, “ketika sudah rampung proyek tersebut, wajar dan manusiawi jika mereka yang berada di depan perumahannya disuguhkan dari hasil proyek, tetapi tidak bisa dinikmati, tentunya warga kecewa, ini seperti meledek warga BCC saja,” lanjutnya.

Advertisement

“Saya mengajak warga BCC untuk bergandengan tangan dengan semua elemen bahwa ini merupakan hak mereka mendapatkan akses pintu tol depan perumahan. Saya kira GR2B akan bersama satu barisan dengan warga BCC. Ini perjuangan bersama kami rakyat Bogor, dan warga BCC adalah saudara kami warga Bogor juga, mari  kita bergandengan tangan perjuangkan ini,” kata Ara yang juga berprofesi sebagai advokat.

“Pasti ada solusi, yang pasti jangan ada yang seperti robot dalam menentukan sebuah kebijakan. Tujuan utama pembangujann tol BORR seksi 2B ini tentu mengurai kepadatan, jadi kita tinggal cari solusi yang yuridis dan memenuhi semua aspek-aspek dalam amdal lalin namun tetap bisa mengakomodir warga BCC. Jika negoisasi tidak berhasil GR2B siap turun aksi damai membela kepentingan warga BCC,” pungkasnya.

Reporter: Rendi, Dody
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*