Massa Geruduk KPU Papua, Tuntut Pengembalian Hak Politik Hans Magal-Abdul Muis

(dok. KM)
(dok. KM)

MIMIKA (KM) – Merasa adanya kecurangan dalam proses menuju Pilkada di Mimika, Papua, sekumpulan warga yang tergabung dalam “Solidaritas Peduli Demokrasi Damai Pemilukada Mimika” berunjuk rasa di kantor KPU Papua, Kamis (17/05/18).

Dalam orasinya, massa meminta kepada KPU dan Bawaslu Propinsi Papua untuk memperhatikan dan melaksanakan 7 poin tuntutan mereka yaitu:

1. Segera mengembalikan 6 paslon bupati dan wakil bupati Kabupaten Mimika dalam Pilkada Mimika tahun 2018.

2. Menghentikan segera “intervensi politik” oleh KPU RI, BAWASLU RI, DKPP RI, KPU Provinsi , BAWASLU Provinsi dan aktor lain yang menurut mereka “dengan sengaja sedang menciptakan konflik berdarah di Kabupaten Mimika.”

3. Segera mengembalikan hak politik paslon nomor urut 4 (Hans Magal-Abdul Muis) tanpa syarat karena menurutnya, keputusan TMS oleh KPU Provinsi adalah “tindak pidana murni” karena menghilangkan hak politik paslon tersebut.

4. Bawaslu Provinsi segera mengembalikan tugas, fungsi & kekuasaan sebagai Panwas Kabupaten Mimika dalam waktu singkat tanpa dalil apapun.

Advertisement

5. Meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk netral dalam pengamanan Pemilukada di Kabupaten Mimika dan tidak melakukan politik praktis.

6. Jika 6 orang paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika tidak diikutkan maka Pilkada Mimika dan Pilgub di Mimika akan diboikot dan tidak berjalan sesuai tahapan Nasional

7. Terkai poin 6 maka KPU Provinsi, BAWASLU Provinsi, BAWASLU RI, KPU RI dan DKPP RI siap bertanggung jawab.

Sebelumnya, pasangan calon bupati dan wakil bupati Mimika, Hans Magal dan Abdul Muis (HAM), telah mengajukan gugatan di Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Mimik, terkait gagalnya pencalonan mereka di Pilkada Mimika. Pasangan HAM itu kemudian diundang Bawaslu Provinsi dalam rangka penyelesaian sengketa yang diajukan pasangan tersebut.

Sementara itu, pihak Bawaslu dan KPU belum dapat diperoleh keterangannya.

Reporter: Wesly/red
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*