Komnas Anak Akan Luncurkan “Peluit Darurat” untuk Anak-Anak di Palu

Ketua Kompas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait sedang membahas peluncuran
Ketua Kompas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait sedang membahas peluncuran "Peluit Emergency Call" di Palu dengan Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said yang rencananya akan digelar 20/5/2018 (dok. KM)

PALU (KM) – Untuk membekali anak dan mencegah fenomena kekerasaan dan ancaman kekerasan baik seksual dan non seksual bagi anak-anak usia dini dan usia sekolah dasar di rumah, lingkungan sekolah, serta di ruang publik di Kota Palu, mereka perlu dibekali cara menghindar dari tindak kekerasan dan ancaman kekerasan dengan membentengi diri melalui kegiatan-kegiatan simulasi dan pemberian peluit sebagai alat panggilan darurat terhadap ancaman tersebut. Demikian disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait saat bertemu dengan Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said, di rumah dinas Wakil Walikota Palu Kamis 04/05/2018 lalu.

Kehadiran Komnas Anak bersama Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu serta Manager Regional Wahana Visi Indonesia (WVI) Sulawesi Tengah diterima wakil walikota untuk menyampaikan gagasan launching “Sejuta Peluit Panggilan Darurat Bagi Anak-anak” di Kota Palu. Jika anak-anak pada posisi terancam kekerasan, penculikan, penganiayaan, konflik dalam rumah tangga serta bujuk rayu terhadap penggunaan narkoba, mereka dapat menggunakan peluit “Emergency call” ini yang akan dibagikan secara cuma-cuma kepada semua anak di Kota Palu sebagai alat untuk digunakan sebagai panggilan darurat jika menghadapi kekerasan, ancaman kekerasan, peculikan dan kejahatan-kejahatan bentuk lain yang dapat mencederai anak dimanapun.

Wakil Walikota Palu menyambut gagasan ini dan segera meminta Kadis PPPA Kota Palu menyiapkannya semua keperluan baik data anak-anak yang akan diundang, demikian juga tempat penyelenggaraan.

Advertisement

Launching Peluit Panggilan Emergency Call bagi anak ini akan diluncurkan oleh Wakil Walikota Palu bersama Komnas Perlindungan Anak, Dinas PPPA Kota Palu serta WVI Regional Sulteng di hadapan ribuan anak-anak usia PAUD, SD, SMP dan anak-anak yang tinggal di panti asuhan serta anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan momentum perayaan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018.

“Apapun kegiatan yang berhubungan dengan perlindungan anak di kota ini, yakinlah bang, saya sebagai pribadi maupun sebagai pejabat pemerintah kota pasti dukung. Karena anak-anak kita adakah anak yang dititipkan dan diserahkan kepada kita untuk mendapat perlindungan dari kita. Saya sebagai orangtua punya kewajiban untuk melindungi anak-anak saya dan anak siapapun. Karena anak adalah amanah Allah,” terang Wakil Walikota Palu kepada Ketua Komnas Anak.

Sigit, yang akrab dipanggil dengan nama selebritis nya “Pasha Ungu” itu juga mengatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perlindungan anak dan perempuan yang diusul oleh Kepala Dinas PPPA Palu akan selalu ia dukung.

“Apalagi dengan rencana pemberian seribu peluit panggilan darurat untuk anak Palu ini, Lanjut bang!” ujarnya.

Reporter: Marsono Rh
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*