Lawan Keterbatasan Fisiknya, Pemuda Ini Keliling Indonesia Selama 3 Tahun

Esriel bersama Danrem Wijayakusuma Kolonel Dani Wardhana saat keliling Indonesia.
Esriel bersama Danrem Wijayakusuma Kolonel Dani Wardhana saat keliling Indonesia.

BANYUMAS (KM) – Keterbatasan yang dimiliki tidak mematahkan semangat Esirel Ben Yusuf Siringoringo berkeliling tanah air.

Ketika datang ke Makorem 071/Wk di Sokaraja, Banyumas, ia menggunakan seragam pramuka lengkap dengan kain kacu terbelit di kerah dan segala atribut kebanggaan pramuka terpampang di badannya. Awalnya ketika ditanya keperluannya, alih-alih langsung menjawab dengan lisan, Esriel menuliskannya di atas selembar kertas. Dari tulisannya tersebut, barulah diketahui bahwa pemuda yang tergabung dalam Anggota Pramuka Luar Biasa (APLB) Kota Balikpapan Kalimantan Timur ini adalah seseorang yang lahir dengan keadaan cacat tuna rungu.

Namun keterbatasan tersebut tidak membutnya diam saja meratapi nasib. Ia tidak juga berusaha merebut simpati masyarakat agar mengasihaninya. Tapi ia malah memilih untuk melompati jurang keterbatasan dengan segala cara yang ia punya seakan menegaskan bahwa persepsi cacat yang dipahami masyarakat tidak berlaku kepada dirinya.

Esriel pun memutuskan untuk berkeliling Indonesia dengan berjalan kaki. Dengan keterbatasannya untuk berkomunikasi dan wawancara, ia melakukannya secara tertulis, berhadap-hadapan dan sedikit dicampur dengan bahasa isyarat.

Saat singgah ke Makorem 071/Wk, Senin (30/4/2018), Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana langsung menemuinya saat hendak memantau wilayah. Dalam komunikasinya dengan Danrem 071/Wk, Esriel Ben Yusuf Siringoringo dengan sigap menulis kepada Danrem tentang maksud dan tujuannya berkeliling nusantara ini.

“Perjalanannya mengelilingi nusantara ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang keragaman budaya di Indonesia,” kata Danrem.

Advertisement

Sebelum meninggalkan Makorem 071/Wk, Esriel meminta berfoto bersama Danrem 071/Wk, dan meminta dibuatkan sebuah surat keterangan yang menyatakan bahwa ia sudah pernah singgah di Makorem yang beralamat di Jl. Gatot Subroto No. 1 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Seusai bertemu Danrem 071/Wk, Esriel lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju Sorong, Papua.

Diungkapkan Esriel, ia mengawali perjalanannya dari Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak tahun 2016 lalu.

“Saya melakukan perjalanan ini dengan biaya sendiri, untuk berkeliling Indonesia selama tiga tahun dari tahun 2016 hingga 2019. Namun sebelum berangkat, saya sudah ijin kepada orang tua,” tulis Esriel menjawab pertanyaan wartawan.

“Dalam perjalanan ini, saya hanya membawa bekal seadanya, dalam hal mengganjal perut, beli di warung. Saya sangat senang dan berterima kasih Bapak Danrem 071/Wk menerima kunjungan saya,” terangnya.

Sementara itu, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, dalam pesan tertulisnya menyampaikan rasa bangga atas semangat dan kegigihan Esriel dalam berkeliling Indonesia.

“Saya bangga dengan semangat dan kegigihannya, dengan berkeliling Indonesia berarti Esriel bangga dan mencintai NKRI. Ini sebagai contoh bagi para generasi muda bangsa Indonesia lainnya untuk selalu mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia. Selamat jalan dan hati-hati dalam melaksanakan kegiatan ini,” papar Danrem 071/Wk.

Reporter: Marsono Rh
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*