Betonisasi Jalan Pulo Jawa Makan Rp3,5 M Sudah Rusak Dalam Hitungan Bulan

Keretakan di Jalan Pulo Jawa, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur (dok. KM)
Keretakan di Jalan Pulo Jawa, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur (dok. KM)

BEKASI (KM) – Profesionalisme perusahaan pemenang tender melalui lelang pekerjaan secara elekronik (LPSE) di pertanyakan. Hasil pengerjaan kontraktor ternyata kurang baik dan tidak sesuai standar kualitas jalan infrastruktur.

Hal tersebut tampak pada pekerjaan betonisasi di Perumnas 3 Jalan Pulo Jawa, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, yang bernilai anggaran Rp3.547.000.000 dari APBD 2017 Kota Bekasi.

Betonisasi yang terhitung baru 6 bulan dikerjakan oleh PT. Perima Shina Cahaya sampai saat ini masih dalam pemeliharaan, namun sudah banyak keretakan pada jalan, sehingga dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan pada badan jalan.

Dalam pantauan kupasmerdeka.com, terlihat jelas jalan yang baru beberapa bulan selesai pengerjaannya itu sudah retak – retak dan mulai berlubang.

Warga setempat, Simon G., mengaku heran dengan hasil pekerjaan tersebut. “Kenapa ya? Baru terhitung kurang lebih 6 bulan tapi sudah begini kondisinya,” ungkapnya saat dijumpai kupasmerdeka.com Kamis 03/05/2018.

Menanggapi hal ini, Ketua Komunitas Peduli Bekasi, Yanto, mengatakan bahwa dirinya “sangat prihatin” atas kegiatan pembangunan jalan tersebut.

Advertisement

“Baru dalam jangka sekitar 6 bulan selesai pengerjaannya sudah mengalami kerusakan,” kata Yanto.

“Kalau anggaran dari Pemerintah Kota Bekasi diterapkan untuk kepentingan masyarakat, tapi belum sampai hitungan setahun jalan tersebut sudah rusak.”

“Saya heran, kenapa pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) meloloskan pencairan dana jalan tersebut, apa mereka tidak melihat kondisi jalan kini sudah terlihat rusak?” ujarnya.

“Kepada pihak penegak hukum agar bisa berkerjasama yang baik, hal ini patut dicurigai adanya penyimpangan anggaran, dengan melihat hasil kondisi betonisasi ini,” lanjutnya.

“Pekerjaan yang menggunakan anggaran negara, merupakan uang rakyat, jadi hasil kualitas untuk rakyat ini harus diutamakan,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Anjar Budiono selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Sumber Daya Air belum bisa dimintai keterangannya.

Reporter: Deni
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*