BEM PTM Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Pengunjuk Rasa HUT Reformasi

Lambang BEM PTM Zona 3 (dok. KM)
Lambang BEM PTM Zona 3 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Presidium Nasional (Presnas) BEM PTM Zona 3 DKI Jawa Barat dan Banten “mengutuk keras” tindakan represif aparat kepolisian yang mengakibatkan sejumlah mahasiswa terluka pada saat aksi 20 tahun reformasi di depan Istana Negara, Jakarta, beberapa hari lalu.

Ketua Presidium Nasional (Presnas) BEM PTM Zona 3 Iksan Awaludin mengatakan, demokrasi adalah hak rakyat dan merupakan sebuah cita-cita reformasi, dan mencakup hak menyampaikan pendapat.

“Dalam negara demokrasi, hak asasi warga negara dijunjung tinggi, salah satunya adalah hak untuk menyampaikan pendapat,” ungkapnya kepada awak media di Bogor, Kamis (24/05/18).

“Aparat penegak hukum mestinya mengayomi dan melindungi mahasiswa yang sedang unjuk rasa atau sedang berpendapat bebas di muka umum. Tetapi justru berada di barisan paling depan menghadang, bahkan dengan cara biadab seperti pemukulan dan penendangan terhadap mahasiswa,” tambahnya.

“Aparat kepolisian tidak hanya sekali atau dua kali melakukan tidakan keji yang tidak bermoral, tetapi sering dilakukan setiap mahasiswa atau masyarakat ketika sedang menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Iksan.

Advertisement

“Padahal menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh Undang Undang Dasar dan ini legitimasi yang sangat kuat. Sehingga aparat harus mengedepankan sikap humanis bukan sikap premanisme,” tuturnya.

Mengkritisi pemerintah, lanjut Iksan, melalui unjuk rasa semenjak pasca reformasi itu sudah biasa. “Kalau ada aparat sampai ada tindakan refresif berarti sikap aparat sudah tidak terpuji,” tegasnya.

“Perilaku aparat yang jauh dari sikap terpuji tersebut menunjukkan kuatnya benih represifitas pemerintah di era demokrasi.”

“Apalagi sampai terjadi pemukulan yang membuat beberapa aktifis mahasiswa terluka secara fisik. Mahasiswa bukan musuh negara.”

“Kami disini megutuk keras tindakan represif oleh oknum polisi. Ini sudah menciderai hak-hak demokrasi,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: