Aktivis: Senam Zumba Dengan Instruktur Lelaki “Menodai” Syariat Islam

Poster kegiatan di pusat kebugaran
Poster kegiatan di pusat kebugaran "Planet Eleven" di Langsa, Aceh (dok. KM)

LANGSA, ACEH (KM) – Kontroversi “pelanggaran syariat Islam” oleh sebuah pusat kebugaran di Kota Langsa semakin memanas. Bahwa dugaan pelanggaran tersebut dilakukan oleh seorang pengusaha non Muslim juga tampaknya memperkeruh situasi.

Terungkap pula pada tahun 2016 silam kegiatan serupa, yaitu senam “zumba” dengan peserta wanita berpakaian ketat dan instruktur lelaki, pernah dilakukan di aula serbaguna Gedung Cakra Donya Kota Langsa.

Adapun kontroversi itu awalnya muncul beberapa hari yang lalu saat kegiatan yang sama diselenggarakan di pusat kebugaran atau fitness “Planet Eleven”, yang juga disiarkan melalui media sosial dan mengundang reaksi negatif di Aceh.

Hal ini menuai kecaman keras dari aktivis Aceh, Yunan Nasution, pada Kamis, 24/5/18.

“Kegiatan seperti ini sangat mencoreng syariat Islam di Aceh dan kami sangat menyayangkan Pemerintah Kota Langsa terkesan memfasilitasi kegiatan tersebut di Gedung Cakra Donya milik Pemerintah Kota Langsa. Kami sangat mengecam tindakan tersebut,” ucap Yunan.

Advertisement

Aktivis itu juga akan meminta pendapat para ulama yang ada di Aceh terkait perkara tersebut dan mengaku “siap” menerima apapun yang diperintahkan para ulama demi menjaga syariat Islam di Aceh agar tidak “dinodai.”

“Kami akan membahas perkara ini dengan para ulama, dan kami siap menerima apaun yang diperintahkan demi menjaga syariat Islam,” tegas Yunan.

“Kami juga sangat menyayangkan tindakan peserta yang memposting kegiatan tersebut ke media sosial, karena hal itu mempertontonkan kebobrokan syariat Islam di Aceh, entah apa yang ada di benak pemilik akun tersebut, terlihat dengan bangganya mempertontonkan foto serta video yang sudah jelas bertentangan dengan hukum syariat Islam tersebut,” tandas Yunan.

Reporter : ZK
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*