Mahasiswa Unpak “Serbu” Festival Pancakarsa Paslon HADIST, Ada Apa?

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Ada hal yang berbeda dan menarik perhatian pada “Festival Pancakarsa” di Setu Tamansari, RT 03 RW 06 Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, kemarin (1/4/2018). Tak kurang dari 200 mahasiswa berjaket almamater ungu tiba-tiba mendatangi lokasi festival kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor Ade Yasin-Iwan Setiawan (HADIST) itu.

Apakah mereka jadi relawan HADIST?

“Tidak, kami datang untuk melakukan observasi. Ada tugas dari dosen kami untuk mata kuliah komunikasi politik,” ujar Zaena (18), seorang anggota rombongan mahasiswa. Menurutnya, para mahasiwa dibebaskan memilih melakukan observasi kampanye paslon untuk Pilkada Kota atau Kabupaten Bogor.

Para mahasiswa memilih paslon HADIST karena menurut mereka, model kampanyenya unik.

“Kami penasaran dengan festival Pancakarsa yang unik dan menarik. Kami mau buat analisis dalam perspektif komunikasi politik,” ujar mahasiswa semester IV Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan ini.

Rombongan mahasiswa itu diterima oleh Haries Setiawan, Direktur Tim Pemenangan Ade Yasin-Iwan Setiawan. Kepada para mahaiswa Haries menjelaskan konsep kampanye paslon HADIST.

“Kita membangun paradigma baru model kampanye. Selama ini kampanye yang diselenggarakan monoton dan miskin kreatifitas. Melalui festival Pancakarsa kita mengajak masyarakat untuk menikmati fun campaign,” ujarnya.

Sekjen DPP Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) ini memaparkan lebih lanjut, Festival Pancakarsa bertujuan mengajak masyarakat terlibat langsung dengan paslon, sehingga tak ada jarak antara paslon dengan masyarakat. “Di festival Pancakarsa, paslon dan masyarakat melebur jadi satu. Kita bergembira dan tak ada jarak antara calon bupati atau wabup dengan warga,” paparnya.

Tak hanya itu, pasangan Hadist berkepentingan mesyosialisasikan lima program unggulan yakni “Bogor Membangun, Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Maju dan Bogor Beradab.”

“Kita sosialisasikan Bogor Sehat misalnya melalui kegiatan pemeriksaan gratis. Seperti hari ini kita buka stand pemeriksaan gratis di sini,” terangnya.

Wakil Bendahara Umum DPP PPP ini juga mencontohkan program Bogor Maju dengan membuka sejumlah stand UMKM di lokasi acara. “Teman-teman mahasiswa tadi liat sendiri ibu Ade berkunjung ke stand UMKM dan belanja beberapa produk UMKM yang disajikan. Ini indikator bahwa kita ingin UMKM di Kabupaten Bogor berdaya dan maju,” jelasnya.

Selain itu, tradisi yang dilakukan Ade Yasin sebelum saat datang ke lokasi, kata Haris, adalah mapay lembur. “Kalau Jokowi kan blusukan. Kita pakai bahasa Mapay Lembur. Subtansinya sama, blusukan ke masyarakat,” ujarnya.

Usai mendapat penjelasan Haris, mahasiwa juga menyaksikan dari dekat kedatangan Ade Yasin ke lokasi usai Mapay Lembur. Mereka juga melihat serta mengamati interaksi dari dekat Ade Yasin dengan warga melalui kegiatan “Senam Dua Jari.”

Terakhir sebelum pulang, mahasiswa juga menyimak pidato politik Ade Yasin dan respon para pendukungnya. “Bahan yang kita dapat di lapangan lumayan cukup. Kita diminta membuat analisis oleh dosen kita. Kamis akan dipresentasikan di kelas,” kata Salman (19), salah satu pimpinan rombongan mahasiswa itu.

Reporter: Deva, Jamil
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*