LSM Pelopor Endus Indikasi Korupsi di Balik Proyek Peremajaan Bajaj

Logo LSM PELOPOR
Logo LSM PELOPOR

JAKARTA (KM) – Peremajaan kenderaan angkutan lingkungan roda tiga di DKI Jakarta atau yang sering disebut bajaj oleh masyarakat pada umumnya dari yang berwarna oranye ke yang berwarna biru berbahan bakar gas (BBG) ternyata banyak mengandung permasalahan.

Hal ini dijelaskan Direktur Eksekutif LSM-PELOPOR, Marao S Hasibuan saat ditemui wartawan di Sekretariat LSM-PELOPOR, Jalan Rawajati Timur I, Jakarta Selatan, Kamis (12/04/18).

Menurutnya, dugaan tindak pidana penggelapan BPKB Toyoko milik Kopkajen-IV telah dilaporkan ke Dit. Reskrimum Polda Metro Jaya.

“Ketua Koperasi Kopkajen-IV Jakarta Timur, Murono sudah melaporkan beberapa bulan yang lalu. Saya mengharapkan pihak aparat kepolisian tidak mempetieskan laporan ini. LSM-PELOPOR akan terus mengawal,” jelasnya.

Marao juga menjelaskan, penggelapan BPKB Toyoko ini tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang jabatan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Penanaman Modal & Badan Pelayanan Terpatu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta untuk memuluskan proyek peremajaan kendaraan angkutan lingkungan Toyoko 2 tak sejumlah 377 unit milik Kopkajen-IV menjadi kendaraan 4 tak BBG atas nama Kolamas Jaya sebagaimana dimaksud Pasal 424 KUHP & Pasal 3 UU No. 31/Th 1999 yang telah dirubah menjadi UU No. 20/Th 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) dan dugaan telah terjadi praktik monopoli persaingan usaha tidak sehat yang berpotensi meresahkan masyarakat dan merugikan Koperasi Kopkajen-IV di wilayah DKI Jakarta.

Sementara itu saat ini Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Penanaman Modal & Badan Pelayanan Terpadu Satu pintu (PTSP) Provinsi DKI Jakarta belum dapat dikonfirmas. Sedangkan pimpinan Kolamas Jaya, Petrus Tukimin saat dikonfirmasi via SMS belum memberikan jawaban.

Reporter: Red
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*