Jurnalis Investigasi Judi Sabung Ayam, Ditahan 15 Jam oleh Polsek Helvetia

Jurnalis Mitrapol.com Nevis Jaya menunjukkan Surat Tugas Peliputan saat melakukan tugas jurnalistik namun tetap BAP di Polsek Helvetia dan sempat ditahan selama 15 jam dan dibebaskan 16/4/2018 dini hari.
Jurnalis Mitrapol.com Nevis Jaya menunjukkan Surat Tugas Peliputan saat melakukan tugas jurnalistik namun tetap BAP di Polsek Helvetia dan sempat ditahan selama 15 jam dan dibebaskan 16/4/2018 dini hari.

MEDAN (KM) – Seorang jurnalis dari media MitraPol perwakilan Sumatera Utara, Nevis Jaya Daeli mengaku mengalami tekanan psikis dan gangguan psikologi akibat “dipenjara” Polsek Medan Helvetia selama 15 jam setelah melakukan liputan investigasi judi sabung ayam di daerah Kapten Sumarsono, Gang Karya Bakti, Medan Helvetia, Minggu (15/4).

Awalnya sekira pukul 14.30 WIB jurnalis media bentukan mantan Kapolri Roesmanhadi ini hendak melakukan liputan investigasi judi sabung ayam yang diduga melibatkan oknum TNI di Jalan Kapten Sumarsono, gang Karya Bakti, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Namun, Nevis baru 5 menit tiba di lokasi judi dan belum sempat masuk ke arena judi, tiba-tiba siang itu datang Tim Khusus Detasemen Intelijen Kodam I Bukit Barisan langsung menggerebek dan menahan 7 orang di lokasi judi, termasuk Nevis.

Meski telah menyebut dirinya adalah jurnalis yang tengah menginvestigasi judi sabung ayam, tetapi pihak Denintel Kodam I Bukit Barisan tetap memaksa Nevis ikut ke markas Denintel guna dimintai keterangan.

“Izin Ndan saya dari media MitraPol,” sebutnya kepada tim khusus Denintel Kodam I Bukit Barisan.

Namun, pihak Denintel Kodam I Bukit Barisan tidak menggubris permintaan Nevis Jaya dan tetap memaksa jurnalis MitraPol untuk ikut ke markas Denintel.

“Ikut kau,” kata Nevis menirukan kata-kata salah seorang Tim Khusus Denintel Kodam I Bukit Barisan.

Selain memaksa jurnalis untuk ikut ke markas Denintel, salah seorang oknum Tim Khusus Denintel juga sempat mengabadikan kartu tanda pengenal milik Nevis Jaya.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 4 jam di Denintel Kodam I Bukit Barisan yang dilakukan pihak Denintel, jurnalis Nevis Jaya bersama 6 orang warga sipil lainnya langsung dibawa ke sel tahanan Polsek Medan Helvetia pada malam itu juga.

Ironisnya, setelah tiba di Polsek Medan Helvetia, jurnalis MitraPol tetap diperiksa dan BAP oleh pihak juper Polsek Medan Helvetia.

Sebelum diperiksa, jurnalis Nevis Jaya mengaku berasal dari media MitraPol seraya menunjukkan identitas serta surat tugas investigasi dari Kepala Perwakilan MitraPol Sumatera Utara yang telah ditanda tangani, Hermansyah. Namun, juper, Hasibuan tidak menggubris dan tetap memeriksa Nevis.

Penahanan pun dilakukan pihak Polsek Medan Helvetia terhadap Nevis Jaya Daeli selama 15 jam di dalam sel tahanan, hingga Senin (16/4) dini hari baru jurnalis MitraPol ini dibebaskan pihak Polsek Medan Helvetia.

Advertisement

Setelah membebaskan jurnalis Nevis Jaya Daeli, Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Syahri Sebayang pun meminta maaf kepada Nevis Jaya dengan alasan sebagai mitra kerja.

“Apabila ada tindakan dalam proses penahanan (Nevis Jaya Daeli), kami mohon maaf,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu Syahri Sebayang yang ditirukan Nevis Jaya.

Akibat tindakan Polsek Medan Helvetia yang tidak mencerminkan sikap Promoter, MitraPol Perwakilan Sumatera Utara berencana akan melaporkan Kapolsek Medan Helvetia ke Propam Polda Sumatera Utara.

“Penahanan terhadap wartawan Mitrapol tidak profesional,” ucap Kepala Perwakilan MitraPol, Hermansyah kepada wartawan.

Hermansyah merasa sikap Polsek Sunggal dan Tim Khusus Denintel Kodam I Bukit Barisan dianggap telah melecehkan profesi jurnalis. Untuk itu pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Biro Hukum MitraPol Perwakilan Sumatera Utara guna memproses kasus ini ke ranah hukum.

Selain akan mempropamkan Kapolsek Medan Helvetia, Hermansyah juga mendesak Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo untuk mengevaluasi Komandan Detasemen Intelijen Kodam I Bukit Barisan atas tindakannya yang “tidak menghormati jurnalis” dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Alasan Kepala MitraPol Perwakilan Sumatera Utara, sikap yang dilakukan Denintel Kodam I Bukit Barisan telah melampaui standar operasional prosedur di institusi TNI. Sebab, pada saat Tim khusus Denintel menggerebek lokasi judi sabung ayam di kawasan Kapten Sumarsono Medan, Minggu (15/4) siang, Tim Khusus Denintel hanya mengamankan 7 warga sipil termasuk jurnalis Nevis Jaya Daeli. Sedang, oknum TNI yang terlibat dalam judi sabung ayam di lokasi perjudian tidak diamankan.

Atas insiden penggerebekan tersebut, jurnalis MitraPol, Nevis Jaya Daeli turut diamankan selama 4 jam di markas Denintel Kodam I Bukit Barisan, selanjutnya jurnalis Nevis Jaya bersama 6 warga sipil langsung dilimpahkan ke Polsek Medan Helvetia.

Meskipun dalam penggerebekan, Jurnalis MitraPol ini telah menyebutkan dirinya jurnalis yang tengah melakukan investigasi atas judi sabung ayam, namun Tim Khusus Denintel Kodam I Bukit Barisan tetap mendesak Nevis Jaya untuk ikut dilakukan pemeriksaan selama 4 jam di Markas Denintel Kodam I Bukit Barisan.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*