Gempa Banjarnegara Makan 2 Korban Jiwa, Lukai Puluhan Lainnya

Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M. bersama tim BPBD dan relawan meninjau secara langsung situasi pasca gempa di Kalibening dan membagikan ransum kepada para pengungsi korban bencana alam gempa bumi Kalibening Banjarnegara.
Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M. bersama tim BPBD dan relawan meninjau secara langsung situasi pasca gempa di Kalibening dan membagikan ransum kepada para pengungsi korban bencana alam gempa bumi Kalibening Banjarnegara.

BANJARNEGARA, JAWA TENGAH (KM) – Gempa yang berkekuatan 4,4 SR yang mengguncang Kalibening, Banjarnegara pada Rabu (18/4/2019). Gempa itu dirasakan juga di sebagian wilayah lainnya di Kabupaten Banjarnegara. Gempa tersebut mengakibatkan rusaknya beberapa bangunan yang berada di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan dan Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.

Dalam peninjauan di daerah Kalibening Banjarnegara, Kamis (19/4/2018), Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana melihat langsung kondisi wilayah dan masyarakat pasca terjadinya gempa bumi. Pihaknya pun memberikan bantuan berupa biskuit dan mie instan kepada masyarakat korban gempa.

Kolonel Dani menyampaikan “rasa keprihatinannya” kepada korban gempa serta menghimbau masyarakat agar “selalu waspada” dan melihat keadaan saat ini. Danrem menambahkan agar para korban tetap tabah dalam menghadapi musibah ini.

“Pada tahap awal pasca bencana ini, TNI bersama dengan BPBD dan pemerintah daerah Kabupaten Banjarnegara melaksanakan pendataan awal dan menentukan langkah-langkah bagaimana secepatnya menanggulangi pasca bencana ini,” ujar Danrem.

Dani menegaskan bahwa TNI di jajaran Korem 071/Wk berkomitmen untuk “selalu siap semaksimal mungkin” dalam membantu kesulitan rakyat, apalagi masyarakat yang terkena bencana. Sehingga beberapa hari ini jajaran TNI dari Kodim 0704/Bna, khususnya Koramil Kalibening dipimpin langsung Dandim ikut membantu warga korban gempa bersama Pemda melalui SKPD terkait.

“Semampunya kita membantu warga yang terkena musibah akibat gempa bumi. Seperti membantu memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni dibuat atau dibangun sementara agar layak huni dan lainnya,” pungkas Danrem.

Gempa tektonik terjadi pada Rabu (18/4/2018) kemarin pada pukul 13.28 WIB dengan kekuatan 4,4 SR pada 7,21 Lintang Selatan dan 109,65 Bujur Timur dengan kedalaman 4 km. Gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami karena pusat gempa berada di darat.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitude 4,4 SR yang mengguncang Banjarnegara merupakan gempa yang dangkal tapi merusak.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, dikatakan Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly dalam keterangannya terpisah pada Rabu (18/4/2018). Gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat sesar lokal dengan mekanisme kombinasi pergerakan mendatar dan naik.

“Berdasarkan model peta tingkat guncangan terlihat bahwa tingkat guncangan terbesar terjadi di Kecamatan Kalibening Banjarnegara pada Skala II SIG-BMKG, sedangkan menurut laporan masyarakat yang diterima BMKG, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kecamatan Kalibening Banjarnegara dan sekitarnya”, ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya menghimbau warga agar tetap waspada dengan gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil. Warga dihimbau agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi dari BMKG dan tidak terpancing dengan isu yang tidak bertanggung jawab.

Advertisement

Sementara itu, Kolonel Dani Wardhana saat peninjauannya di lokasi gempa Kalibening Banjarnegara, Kamis (19/4/2018), menyampaikan bahwa bencana alam gempa bumi di Kalibening mengakibatkan kerusakan infrastruktur bangunan rumah serta fasilitas umum lainnya, dan mengakibatkan korban jiwa serta korban luka.

Dikatakan, bangunan rumah rusak 62 unit di Desa Kertosari, 217 unit di Desa Kasinoman, 37 unit di Desa Plorengan di Kecamatan Kalibening Banjarnegara. Sedangkan fasilitas umum berupa 1 unit Masjid di Desa Plorengan, 1 unit Masjid di Desa Kertosari, 1 unit Masjid di Desa Kasinoman, 1 Mushola di Desa Kasinoman, dan gedung SMPN 2 Kalibening Banjarnegara.

Disampaikan pula bahwa korban luka sebanyak 21 jiwa dan korban meninggal dunia 2 orang warga Desa Kasinoman Kalibening Banjarnegara. Sedangkan jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 526 KK, 2.104 jiwa tersebar di beberapa titik pengungsian di 4 Desa di Kecamatan Kalibening Kab. Banjarnegara yakni di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan, Desa Sidakangen.

“Tindakan yang kita lakukan dalam penanganan pasca gempa bumi ini, TNI bersama BPBD telah membuka Posko Lapangan Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Kecamatan Kalibening selama 7 hari kedepan. Mengevakuasi warga korban bencana ke titik aman/titik pengungsian, membuka pos pengungsian di 4.Desa yang dibagi beberapa titik di masing-masing desa,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, pihaknya melakukan pendataan korban dan pengungsi serta membuka dapur umum di 2 titik yakni di desa Kasinoman dan desa Sidakangen.

Danrem selain meninjau secara langsung situasi pasca gempa di Kalibening, juga turut serta membantu membersihkan puing-puing bangunan akibat gempa tersebut bersama anggota dan BPBD serta relawan. Dan membagikan ransum berupa biskuit dan mie instan kepada para pengungsi korban bencana alam gempa bumi Kalibening Banjarnegara dirumah-rumah warga maupun ditempat pengungsian warga.

“TNI akan selalu hadir ditengah masyarakat kapanpun dan dimanapun, dan pada situasi apapun, membantu kesulitan yang dialami rakyatnya, Kita berikan apa yang dapat kita berikan walaupun dalam situasi seperti ini, agar masyarakat dapat kembali semangat dalam menjalani kehidupannya. Apa yang kita berikan ini, sebagai wujud kepedulian kita kepada masyarakat yang tertimpa musibah ini, walaupun hanya sebatas biskuit dan mie instan, namun ini sebagai ungkapan rasa kasih dan peduli TNI kepada rakyatnya. Agar mereka dapat kembali bersemangat menjalani kehidupannya, menyongsong masa depan yang lebih baik dari yang sudah baik,” terangnya.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*