Gara-Gara Menabrak, Gaji Sopir ini 3 Bulan Tidak Dibayar PT. JCY Ducting Indonesia

Kondisi truk yang dikemudikan Ma'mun, karuyawan JCY Ducting, setelah mengalami kecelakaan pada Februari lalu (dok. KM)
Kondisi truk yang dikemudikan Ma'mun, karuyawan JCY Ducting, setelah mengalami kecelakaan pada Februari lalu (dok. KM)

RANGKASBITUNG (KM) – Malang nasib Ma’mun Iskandar (36). Sopir truk ini ketika sedang menjalankan tugasnya mengalami kecelakaan di Jalan Baru Tigaraksa, Tangerang, pada Rabu dinihari, 21 Februari 2018 lalu, dan hingga kini tidak mendapatkan lagi gaji dari tempat kerjanya, bahkan mengaku diintimidasi agar ikut membayar atas kerusakan mobil itu dan diminta BPKB motor yang dimilikinya oleh perusahaan milik warga negara asing yaitu PT. JCY Duct Indonesia, Senin (23/04/2018).

Menurut Ma’mun, sebelumnya dia juga mengalami kecelakaan serupa seminggu sebelumnya. Kali kedua, dirinya diminta membayar ganti rugi kerugian mobil B 9377 GXR yang membawa muatan barang ducting yang akan dikirim ke Jatibening, Bekasi.

“Totalnya sekitar 150 juta, saya diminta BPKB motor untuk jaminan dan membayar 30% dari total kerusakan tersebut,” ungkapnya kepada media.

Menurutnya, dirinya dipaksa menandatangani Surat Peringatan (SP) ke-2, padahal belum pernah menandatangani surat SP pertama sekalipun. “Saya bingung gaji belum dibayarkan pihak perusahaan sampai hari ini (23/04/2018), berarti 3 bulan saya dan keluarga tidak ada penghasilan,” ungkapnya sedih. Ia mengaku setelah kecelakaan dirinya juga berobat karena terkena benturan keras.

Saat diminta klarifikasi, pihak perusahaan PT. JCY diwakili Desi, Staf Marketing, membenarkan kebijakan itu.

“Mobil ringsek rusak parah masuk bengkel harus diderek pula, bos meminta pertanggungjawaban dan minta potong gaji karena lumayan mahal untuk tanggungjawabnya,” ungkap Desi yang mewakili Lusi, Manajer Accounting, Selasa 10/04/2018.

“Memang benar ada penahanan gaji, seharusnya dipotong separuhnya, sisanya harusnya diberikan namun bos [Jong Chan Yong] menahannya,” tambahnya.

Mengaku ditakut-takuti akan dilaporkan ke polisi, karyawan yang mengabdi sejak 2015 ini enggan menandatangani surat perjanjian yang dibuat perusahaan. Pihak perusahaan meminta untuk menahan BPKB motor dirinya sebagai jaminan, namun Ma’mun tidak bersedia, hingga akhirnya warga Singabangsa, Kec. Tenjo, Kabupaten Bogor ini mengeluh kepada KM.

Menurut beberapa sumber, Pemilik ataupun owner JCY Ducting yaitu Jong Chan Yong memang tidak dapat berbahasa Indonesia, dan diwakili oleh Kang (WNA), seorang penerjemah yang kurang faham berbahasa Indonesia pula.

Sementara itu, menurut Pasal 1387 KUHP Perdata, ayat (1), “Seorang tidak saja bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan karena perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan oleh barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.”

Sedangkan ayat (3) berbunyi “majikan dan mereka yang mengangkat orang orang lain untuk mewakili urusan mereka, adalah bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan mereka di dalam melakukan pekerjaan untuk mana orang-orang ini dipakainya.”

Selain itu, kendaraan yang dipergunakan seharusnya diasuransikan sehingga jika terjadi kecelakaan seperti yang dialami Ma’mun dapat diklaim asuransi.

Reporter: Jamil
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*