Disambar Petir, Bocah 11 Tahun Dari Keluarga Tidak Mampu ini Terkulai Lemas di Rumahnya

BOGOR (KM) – Tubuh Cecep (11), murid SDN Palasari 02 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, masih tergeletak lemas di atas kasur busa. Tak sepatah katapun ia berbicara ketika KupasMerdeka.com mengunjungi dirinya. Ia salah satu dari empat korban yang tersambar petir pada hari Minggu 15/4 lalu, hanya ibunya yang bisa menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa anaknya tersebut.

Munkilah (38), orang tua Cecep atau Encep, warga Kampung Pasir Eurih RT 03 RW 07, menceritakan kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Menurutnya, korban sambaran petir seluruhnya ada empat orang, yaitu Muhamad Marwan (13), M. Farhan Nurdiansyah (12), Darda (11), dan yang paling parah adalah anaknya sendiri Encep, yang mengalami luka dalam yang parah sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Melania, Kota Bogor. Karena tidak memiliki BPJS, pihak dokter dan orang-orang di sekitarnya menyarankan untuk membuat BPJS, dan dirawat di Rumah Sakit Ciawi.

“Terpaksa saya bawa dulu pulang pak, soalnya biaya dari mana kalau anak saya dirawat terus? Bapakya lagi ngurus BPJS nya dulu, kalau udah beres mau dibawa secepatnya ke rumah sakit, tapi yang jadi pikiran saya sekarang, anak saya dirawat tapi biaya sehari-harinya di sana saya gak punya pak, sedangkan suami saya hanya seorang buruh di peternakan ayam,” ujarnya.

Advertisement

Ia berharap agar pemerintah mau membantu ongkos pengobatan anaknya tersebut, sebab apabila tidak di rawat maka ia khawatir sakitnya tambah parah. “Setelah di rontgen, paru-parunya udah kerendam cairan, makan dan minum aja udah sulit, saya takutnya sakitnya tambah parah, di RS. Melania saja saya udah abis lima juta pak, sekarang mau dirawat di Ciawi, tapi saya masih nyari (uang) buat perawatannya,” ujarnya.

Peristiwa menyedihkan itu terjadi ketika anak-anak itu hendak pulang menuju rumahnya masing-masing setelah mereka selesai bermain bola, namun dalam perjalan mereka menyempatkan berteduh di sebuah saung yang berdiri dibawah pohon jinjing, akibat gerimis yang tiba-tiba datang.

“Anak saya, M. Farhan Nurdiansyah bersama dua temannya ini berdiri, kalo Cecep jongkok sambil gali tanah pas di bawah pohon jinjing. Menurut mereka petir langsung menyambar pohon, dan keempatnya langsung mental.  Yang lainnya sih cuma luka bakar ringan, tapi yang paling parah ya Cecep ini, makanya kami tau Cecep gak bisa bangun dari mereka. Hingga kini anak saya masih trauma, belum berani keluar rumah akibat dari kejadian ini,” ujar Nana Supena yang juga orangtua salah satu korban.

Reporter: M egy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*