Dinas Syariat Islam Aceh Hukum Cambuk 26 Pelanggar Qanun di Halaman Masjid

Terdakwa pelanggar Qanun Aceh tentang jinayat saat dieksekusi cambuk oleh algojo Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang (dok. KM)
Terdakwa pelanggar Qanun Aceh tentang jinayat saat dieksekusi cambuk oleh algojo Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang (dok. KM)

ACEH TAMIANG (KM) – Lagi-Lagi Dinas Syariat Islam wilayah kerja Lingkungan Aceh Tamiang menggelar pelaksanaan eksekusi Uqubat Cambuk perdana di tahun 2018 terhadap 26 orang terdakwa pelanggar Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2018 tentang “jinayat”, yang berlangsung di halaman Masjid Syuhada Kecamatan Karang Baru, Kamis (05/04/2018).

Dari 26 orang yang ditetapkan sebagai terdakwa pelanggar Qanun Aceh terhukum cambuk, 22 orang diantaranya didakwa telah melanggar pasal 18 Qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat dan dihukum cambuk di depan umum masing-masing sebanyak 7-8 kali, dan 3 didakwa melanggar pasal 20 Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan dihukum cambuk 14-18 kali.

Sementara 1 orang lainnya didakwa melanggar pasal 16 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan harus menghadapi hukuman cambuk sebanyak 28 kali.

Dalam pelaksanaan tersebut, Kasipidum Kajari Aceh Tamiang Yusmar Yusuf menerangkan bahwa hukuman cambuk ini bukan semata-mata kegiatan Dinas Syariat islam tetapi instansi yang ikut terlibat dalam kegiatan ini diantaranya pihak Kepolisian, Mahkamah Syariah dan Kejaksaan serta Pemerintah Daerah.

“Hukuman cambuk ini adalah hukuman Islam dan apabila hukuman cambuk ini sudah dilaksanakan agar supaya menjadi pelajaran bagi yang membuat kesalahan dan menjadi efek jera dalam menegakkan Syariat Islam di wilayah hukum Kabupaten Aceh Tamiang khususnya,” tambah Yusmar.

Sementara itu Ketua Mahkamah syariah Kabupaten Aceh Tamiang, M. Sauqi menyatakan bahwa pelaksanaan hukuman cambuk “bukan untuk mempermalukan”.

“Hukuman cambuk ini dilaksanakan tidak ada niat untuk membuat malu para terhukum akan tetapi sifatnya hanya membuat efek jera saja agar tidak terulang lagi pelanggaran-pelanggaran Syariat Islam di Kabupaten Aceh Tamiang,” katanya.

“Dengan masih banyaknya masyarakat yang terhukum cambuk dapat dipastikan bahwa Qanun Jinayah masih perlu disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat, agar masyarakat sadar dan memahami tentang Qanun Aceh tentang Uqubat Jinayah,” sambungnya.

Reporter: Andi KM
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*