Antisipasi Peredaran Sarden Bercacing, Pemkab Tanggamus Sidak Pasar dan Minimarket Kota Agung

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Tanggamus Karjiyono dan Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis saat sidak di pasar tradisional, Jumat 6/4 (dok. KM)
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Tanggamus Karjiyono dan Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis saat sidak di pasar tradisional, Jumat 6/4 (dok. KM)

TANGGAMUS, LAMPUNG (KM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus bersama Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis melaksanakan sidak di Pasar Kota Agung Tanggamus, Jumat (6/4/18) pagi.

Tim inspeksi mendadak (sidak) yang diketuai oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Fb. Karjiyono bergerak menyusuri minimarket dan pasar tradisonal Kota Agung terkait antisipasi peredaran produk sarden mengandung cacing pita.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Kapolsek Kota Agung mengatakan sidak itu dilaksanakan terhadap Indomaret, Alfamart dan pasar tradisional Kota Agung. “Semua minimarket Kota Agung berikut pasar tradisonal tadi disidak,” kata AKP Syafri Lubis.

Kapolsek berharap dengan dilaksanakannya sidak, masyarakat di Kecamatan Kota Agung tidak perlu khawatir karena tidak ditemukan produk sarden mengandung cacing pita tersebut.

Hal senada disampaikan ketua tim Sidak Pemkab Tanggamus Fb. Karjiyono yang menyatakan bahwa Kota Agung bebas dari peredaran produk sarden mengandung cacing pita.

“Dari sidak tim Pemkab yang terdiri dari unsur bidang ekobang, dinas kesehatan, kepolisian dan TNI, unsur Kecamatan setempat, yang melakukan sidak pasar Talang Padang, Gisting, dan hari ini di Kota Agung kami nyatakan aman dari produk sarden mengandung cacing pita. Sebelumnya memang ada, namun telah di-return oleh pemilik toko,” kata Karjiyono saat memimpin sidak di pasar tradisional Kota Agung.

Ir. Fb. Karjiyono mengungkapkan, walapun tidak menemukan produk sarden mengandung cacing seperti yang di intruksikan Pusat ada sebanyak 28 merk dagang sarden yang harus ditarik peredarannya di seluruh Indonesia.

Akan tetapi cukup disayangkan malah ditemukan produk-produk sarden yang telah kadaluarsa, bahkan telah habis masa layak konsumsinya sejak tahun 2015, masih tetap dipajang disalah satu toko di pasar Kota Agung.

“Nah, hari ini, tim sidak di pasar tradisional dan pasar modern Kota Agung, tidak ditemukan produk produk sarden merk yang mengandung cacing seperti yang diintruksikan pusat untuk di tarik peredarannya. Hanya saja ada ditemukan sarden yang kadaluarsa masih dipajang pemilik toko, dengan alasan sibuk, tidak sempat menyingkirkan, nah produk kadaluarsa ini sudah kita amankan,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan produk sarden sesuai yang diintruksikan tidak boleh beredar lagi di pasaran. Kemudian masyarakat juga harus tahu produk makanan dalam kaleng yang baik melalui “KLIK.”

“Klik itu yakni, perhatikan Kemasannya, Labelnya, Izin Edarnya dan masa Kadaluarsanya,” tandasnya.

Reporter: Jeni
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*