AMPB Kritisi Kelambanan BPBD Bogor Dalam Tangani Dampak Bencana Gempa

Bangunan Mushala Al - Barokah di Kampung Susukan, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, yang retak akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa 23 Januari 2018. Banguan Mushala masih digunakan untuk pengajian anak-anak walaupun membahayakan (dok. KM)
Bangunan Mushala Al - Barokah di Kampung Susukan, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, yang retak akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa 23 Januari 2018. Banguan Mushala masih digunakan untuk pengajian anak-anak walaupun membahayakan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dinilai tidak tanggap dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pasca terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Bogor.

Hal itu di ungkapkan aktivis Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) Ali Taufan Vinaya kepada wartawan siang ini 10/4.

“Dampak gempa bumi di wilayah Lebak Banten mencapai wilayah di Kabupaten Bogor, terutama wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, salah satu daerah yang cukup parah,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (10/04/2018).

Ali juga menuturkan, “di Kecamatan Pamijahan, juga ada beberapa titik yang terkena dampak, dan itu tidak terdeteksi baik oleh tim BPBD tingkat Kecamatan maupun Kabupaten.”

“Salah satunya yang sangat terlihat jelas Mushala Al-Barokah Yang ada di kampung Susukan RT 003 RW 002 Desa Gunung Picung Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor,” kata Ali.

“Gempa tersebut mengakibatkan bangunan Mushala menjadi retak-retak dan sangat membahayakan. Sementara Mushala tersebut setiap harinya selalu digunakan oleh anak-anak pengajian dan setiap hari Minggu dijadikan tempat pengajian untuk ibu-ibu. Ini pernah saya sampaikan dan dilaporkan langsung kepada pihak BPBD, bahkan saya di antar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor ke kantor BPBD.”

“Namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari pihak BPBD atau dari pihak terkait lainnya terutama Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelas Ali yang juga mantan Aktivis 98.

Sementara Sekjen AMPB Iman Sukarya menyayangkan sikap BPBD Kabupaten Bogor yang “sangat lamban” dalam menangani masalah bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor.

“Sangat disayangkan lambatnya penanggulangan pasca bencana yang dilakukan BPBD baik dari tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten,” ucap Iman.

“Bencana yang terjadi beberapa bulan lalu yang berdampak ke wilayah Kabupaten Bogor, namun tidak ada tindakan atau langkah-langkah yang dilakukan.”

“Seharusnya BPBD bisa belajar dan mengevaluasi dari setiap bencana yang terjadi, Bogor ini salah satu wilayah di Indonesia yang memang sangat rawan dengan musibah bencana, jadi kesigapan BPBD harus selalu siap kapanpun dan dimanapun,” tutupnya.

Reporter: abdul azis
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*