Tim Penyelesaian Pasar Induk Kemang Akui Adanya Kelalaian PD. PPJ Dalam Pembuatan “Secure Parking”

Ketua Tim Penyelesaian Pasar Induk Kemang, Hanafi, saat diwawancarai wartawan di Balaikota Bogor, 6/3/2018 (dok. KM)
Ketua Tim Penyelesaian Pasar Induk Kemang, Hanafi, saat diwawancarai wartawan di Balaikota Bogor, 6/3/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kisruh permasalahan Pasar Induk Kemang (Pasar TU) di Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, antara Pemerintah Kota Bogor, Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor dan PT. Galvindo Ampuh masih terus bergulir.

Konflik yang terjadi membuat PLT Walikota Bogor Usmar Hariman angkat bicara. Di salah satu media, Usmar mengatakan, “ceroboh namanya, kalau acuannya SK Walikota tahun 2012 soal kewenangan PD. PPJ tentang pengelolaan pasar di Kota Bogor, ya tidak bisa jadi dasar. PT. Galvindo Ampuh masih punya alas hak tanah sampai 2034, serta HGB hingga 2021,” terang Usmar di salah satu media, Selasa 6/3/2018.

Usmar membandingkan masalah Pasar Induk TU dengan dua pasar lain di Kota Hujan, yakni Pasar Merdeka dan Plaza Pasar Bogor. Menurutnya, kedua pasar itu bisa langsung dikelola PD. PPJ, karena sudah menjadi aset Pemkot Bogor.

“Alas haknya punya Pemkot, makanya PD. PPJ bisa langsung masuk. Kalau pasar TU tidak bisa, karena bukan aset kita,” jelas Usmar.

Sebelumnya, kesepakatan status quo di Pasar Induk Kemang dicapai antara PT. Galvindo Ampuh dengan Pemkot Bogor serta PD. PPJ Kota Bogor dengan melibatkan unsur Kepolisian dan Kejaksaan Negeri (Kejari). Namun, pihak Galvindo menilai bahwa kesepakatan tersebut dilanggar dengan adanya aktivitas dari PD. PPJ Kota Bogor selaku bagian dari Pemkot Bogor dengan membangun Secure Parking oleh PT. Atmosfir Kreasi Mandiri.

Ketua Tim Penyelesaian Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Hanafi menjelaskan, “hari ini kami mengadakan rapat masalah konflik di Pasar TU antara Pemkot Bogor, PD PPJ Kota Bogor dan PT. Galvindo Ampuh dengan melihatkan unsur Kepolisian, TNI dan Kejari Kota Bogor. Saya ditunjuk langsung oleh PLT Walikota menjadi ketua Tim dalam penyelesaian konflik ini,” ungkapnya di Balaikota Bogor kepada kupasmerdeka.com Selasa 06/03/2018.

“Rapat ini untuk mencari solusi dan juga kesepakatan yang baik di antara pihak-pihak yang berkonflik, untuk itu saya sebagai ketua tim akan segera melakukan langkah-langkah awal,” ujar Hanafi yang juga Asisten Daerah 1 Kota Bogor.

Terkait adanya Secure Parking di Pasar TU, Hanafi mengakui adanya kelalaian aktivitas dari PD PPJ dengan membuat Secure Parking di Pasar TU.

“Kami sudah minta untuk memberhentikan dulu aktifitas tersebut. Tim akan segera melakukan mapping segala permasalahan yang ada di lapangan.”

“Ya kami segera akan mengecek ke lapangan dan akan me-mapping permasalahan-permasalahan yang ada, yang nantinya akan menjadi dasar untuk mendapatkan solusi ataupun kesepakatan yang baik dan sesuai dengan aturan yang ada,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*