Pria Ini Sukses Geluti Bisnis Dagang Gorengan, Hasilkan Rp3-4 Juta Per Hari

H. Asep Suherdi, pedagang gorengan yang sukses di Bogor saat ditemui Kamis (14/03/2018) (dok.KM)
H. Asep Suherdi, pedagang gorengan yang sukses di Bogor saat ditemui Kamis (14/03/2018) (dok.KM)

BOGOR (KM) – Usaha jualan gorengan jangan dipandang sebelah mata. Ternyata usaha sederhana ini mampu membuat sukses beberapa pegiatnya, seperti H. Suherdi (64), yang ditemui KM Rabu siang 14/3.

Pria itu menceritakan awal mula merintis usaha yang dijalankannya selama puluhan tahun hingga berkembang sampai saat ini.

“Kalau saya usaha dari tahun 1990, berarti udah 27 tahun. Modal dasar cuma Rp250.000 pertama, kita modal tuh awal. Kita maju mundurnya, ya namanya ekonomi kan pasti ada jatuh bangun,” ujarnya di Jl. Perintis Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (14/3/2018).

Dia menjelaskan, bahwa pada saat memulai usaha tersebut banyak suka dan duka yang dilalui.

“Jatuh bangunnya selama 1 tahun, setahun itu kita merintis lagi. Barulah kita bangun tahun kemudian, berarti mengolah kita di sini matangnya 2 tahun baru matang berjalan lancar. Sementara harga gorengan waktu itu, Rp250 tahun 1994,” jelasnya.

Menurut dia, dari awal mengembangkan usaha sampai saat ini tetap menyediakan menu yang praktis dan banyak diminati pelanggan.

“Kita yang paling utama pisang goreng, khusus pisang tanduk. Berarti ada 7 macam makanan, pisang, tahu, lontong, bakwan, tempe, ubi dan tape goreng,” ucapnya.

Menurut dia, pelanggannya dari mana saja serta siapa saja yang datang, bahkan sempat diminta sampel untuk tes laboratorium.

“Masyarakat yang datang dari menengah ke bawah sampai ke atas, waktu itu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama ibu Ani Yudhoyono pernah hadir ke sini. Karena lokasi yang dekat Hotel Salak,” ucapnya.

Dia menjelaskan juga, bahwa pendapatan sekarang ini menurun dari sebelumnya.

“Kalau masalah omset sekarang ini sehari itu Rp3 juta, sebelum sistem satu arah diberlakukan bisa mencapai Rp4 juta,” jelasnya pula.

Menurut dia, perkembangan yang sudah dirasakan setelah merantau dari Sukabumi tidak membawa apapun sekarang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan menyejahterahkan keluarga dari usaha yang dijalankannya.

“Dari hasil ini saya sudah bisa membeli rumah 3 dari tadinya kontrak, dan kuliahkan 4 anak saya,” pungkasnya.

Reporter: Jamil
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*