Pasca Rusuh Antar Dusun, Kemensos Berupaya Stabilkan Kondisi dan Trauma Warga Kecamatan Monta

BIMA, NTB (KM) – Tim Penyuluh Sosial dari Kementerian Sosial RI memberikan punyuluhan sosial kepada ratusan masyarakat Dusun Tanggabaru dan Dusun Tanjung Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima Jumat 23/03 di lapangan Tanjung Baru.

Dalam kesempan ini hadir pula Babinsa, Kapolsek Monta, Danramil Monta, Dinas Sosial Kabupaten Bima, Camat Monta, Sekdes, TKSK dan PSM.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemulihan kondisi akibat konflik sosial warga Dusun Tanjung baru dengan Dusun Tanggabaru, yang pecah pada Selasa 20 Februari 2018 lalu.

Konflik tersebut diduga berawal dari peristiwa main hakim sendiri oleh warga Dusun Tanjung Baru yang membakar hidup-hidup seorang pencuri yang berasal dari Dusun Tanggabaru.

Hal tersebut memicu kemarahan warga Dusun Tanggabaru, yang melakukan pembalasan dendam dengan membakar rumah warga Dusun Tanjung Baru dan menjarah warung.

Kini, telah dilakukan islah oleh aparat keamanan setempat namun situasi dan kondisi kedua dusun belum sepenuhnya berdamai.

Tim Pusat penyuluhan sosial Kementerian Sosial melakukan
Penyuluhan sosial bertujuan untuk menggugah masyarakat agar tumbuh kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan rasa persatuan.
Masyarakat dihimbau untuk tidak main hakim sendiri ketika mendapati hal-hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan.

Masyarakat juga dihimbau untuk memupuk sikap empati, peduli dan toleransi

Tim penyuluh sosial itu mengajak masyarakat untuk berkomitmen mengusung kerukunan, perdamaian dan persatuan.

Kegiatan ini juga dalam rangka silaturahmi sekaligus menstabilkan kondisi sosial, terutama trauma masyarakat.

Sementara Camat Montah, Muhtar, dalam sambutanya mengatakan bahwa hadirnya kementrian sosial dalam rangka “memberikan penyuluhan sosial agar konflik tidak berulang kembali.”

Kapolsek Monta, Edy Prayotno menghimbau agar “jangan lagi terulang seperti konflik kemarin, sebab kita negara hukum.
Maka jangan main hakim sendiri, jika ada persoalan maka serahkan kepada aparat hukum yang menyelesaikannya.”

Sementara itu Danramil Monta, Aswan Zeid berharap agar pertemuan ini “memberikan hikmah”.

“Jangan lagi mengingat kejadian kemarin terulang akan menambah penderitaan kita. Yakin dan percaya bahwa kejadian kemarin pasti ada hikmahnya,” ujar Aswan.

Reporter: Gumilar Abdul Latif
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*