Lokasi Tidak Strategis, Pedagang Ogah Pindah ke Pasar Tradisional Desa Padang Baru

Pedagang di pinggir jalan di Desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah (dok. KM)
Pedagang di pinggir jalan di Desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah (dok. KM)

BANGKA TENGAH (KM) – Gedung Pasar Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Babel, menuai kritikan dan keluhan dari para pedagang di Desa itu.

Kurang strategisnya bangunan Pasar Tradisional ini menjadi salah satu alasan kurangnya minat dari para pedagang, serta belum adanya arahan dari pemerintah Desa kepada para pedagang untuk menempati lapak bangunan pasar tersebut.

Selasa (20/03/2018) ketika KM menyambangi salah satu pedagang sayuran dan ikan bernama Yanto (46), ia mengatakan bahwa kosongnya gedung tersebut dikarenakan tidak strategisnya lokasi keberadaan pasar tersebut, dan “Pembangunan pasar Tradisional ini tidak pernah dilakukan sosialisi terlebih dahulu kepada para pedagang,” jelas Yanto.

Berbeda pula dengan Amat (57), seorang pedagang sayur yang telah menghibahkan lahannya kepada Pemerintah Desa Padang baru untuk kepentingan pembangunan Pasar Tradisional.

Menurutnya, pemerintah Desa Padang Baru sampai saat ini belum pernah menghimbau ataupun mengarahkan kepada para pedagang untuk menempati gedung Pasar Tradisional itu

“Alasan saya belum menepati Gedung Pasar Tradisional, belum pernah Pemerintah Desa yang mengarahkan kami selaku para pedagang untuk pindah ke Pasar Baru, dari semenjak selesainya bangunan gedung Pasar Tradisional tersebut,” jelas Amat.

Amat, pedagang sayur di Desa Padang Baru, Bangka Tengah (dok. KM)

Amat, pedagang sayur di Desa Padang Baru, Bangka Tengah (dok. KM)

Sementara itu Sekdes setempat mengaku bahwa Pemerintah Desa berkesulitan mengarahkan para pedagang untuk menempati lapak di Pasar Tradisional tersebut.

Adapun bangunan Pasar Tradisional ini sudah berdiri selama lebih dari satu tahun, dan dibangun menggunakan anggaran APBD-DAK Tahun 2016, yang harga borongannya mencapai Rp 440.004.000,- dan dikerjakan oleh CV. Andri Jaya.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*