Kepsek SMP 3 Depok: “Pencegahan LGBT Harus Melibatkan Semua Stakeholder Yang Ada”

Kepala Sekolah SMP 3 Depok dengan tim KM saat wawancara (dok. KM)
Kepala Sekolah SMP 3 Depok dengan tim KM saat wawancara (dok. KM)

DEPOK (KM) – Isu LGBT semakin kuat, bahkan sudah menjadi pembahasan di tingkat nasional, baik di media sosial, media cetak maupun televisi. Terkait upaya pencegahan masuknya LGBT dalam dunia pendidikan, tim KupasMerdeka menyambangi salah satu SMP ternama di Kota Depok yakni SMP Negeri 3 untuk mengetahui bentuk kebijakan sekolah untuk mengantisipasi menularnya “virus” LGBT di lingkungan sekolah.

Saat diwawancarai, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 mengakui bahwa isu LGBT tersebut memang “cukup mengkhawatirkan”, oleh karenanya ada beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan guna mencegah hal tersebut masuk khususnya di lingkungan SMP Negeri 3 Depok.

“Hal tersebut sudah menjadi visi dan misi kami di SMP 3 ini, namun kalau misalnya ada anak atau murid yang gayanya seperti melambay itu kan bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu, padahal belum tentu ya,” terang Kepsek Erna kepada kupasmerdeka.com, Rabu (14/3).

“Dalam upaya pencegahan, kami bekerjasama dengan Puskesmas dan Dinkes untuk mensosialisasikan LGBT dan seks bebas dalam rangka mencegah hal itu, kemudian kalau di sekolah kami menganut sistem terpisah antara laki-laki dan perempuan, kalau di Pramuka sudah jelas ada pembinaan putra dan putri,” jelasnya lagi.

Lebih jauh, kata Kepsek, “Dalam kegiatan upacara kita terapkan antara anak laki-laki dan perempuan terpisah, dengan tujuan menghindari zina, tetapi tidak rawan LGBT, adapun di OSIS pembinaan itu hanya satu, karena kita tidak punya pembina putra dan pembina putri,” lanjut Erna.

Kepsek menjelaskan kalau guru BP di SMP Negeri 3 banyak, namun sifatnya masih konseling. “Tapi sifatnya terus-menerus dalam kegiatan pengawasan jadi sifatnya pengawasan individu, Selain itu saya ingin BP ini dalam rangka pengawasan mengadakan razia, memang kelihatannya tidak nyaman namun harus melibatkan stakeholder yang ada, karena tidak didukung dengan CCTV di setiap kelas, jadi hanya menurunkan guru BP saja,” ungkapnya.

Advertisement

Terkait rencana pemasangan CC TV pada tahun ajaran mendatang, ia kembali menyatakan, “Memang CCTV ini rentan karena anggarannya besar, namun sangat memudahkan kita untuk memantau seluruh kegiatan, dan saya punya pengalaman waktu saya di SMP 6 dimana di seluruh pojok ada CCTV sehingga gampang untuk memantau setiap kegiatan siswa-siswi termasuk di titik mana saja tempat mojok atau berkumpulnya siswa-siswi tersebut, mudah-mudahan di tahun depan kita sudah ada CCTV,” ujarnya penuh harap.

Hal lain terkait dengan keterlambatan siswa-siswi saat datang ke sekolah, wanita asal Magelang ini mengatakan, “kami tidak menyuruh mereka pulang karena di SMP 3 ini ada program peduli lingkungan, seperti membenahi rumput, bersih-bersih lingkungan dan itu kami awasi,” tegas Kepsek.

“Selain itu ada program bu wali dengan konsep kegiatan dan konsen seperti kegiatan KKR (seperti tepuk dan lindungi dadamu), nah ini kan penting hal-hal seperti itu memberikan contoh bahwa tidak boleh dengan teman atau siapapun menyentuh hal-hal yang sensitif atau yang dilarang, bahkan kita juga di sini setiap sore itu shalat berjamaah dan ada kultumnya juga bersama guru-guru dan siswa-siswi, bahkan kemarin waktu sosialisasi dengan Dinkes, BNN, Kejaksaan, mereka mengatakan anak-anak di sini rajin gitu,” ungkapnya antusias.

Di sesi akhir wawancara, Kepsek SMP Negeri 3 ini sangat berharap dan berpesan kepada guru-guru, karena menurutnya bapak-ibu guru ini adalah ujung tombak pendidikan bagi anak-anak, “jadi harus punya visi dan misi yang baik karena membangun karakter anak itu merupakan bagian tugas dari bapak dan ibu guru. Dan itu harus melekat pada bapak dan ibu guru, salah satunya ya mencegah timbulnya LGBT tadi dan insya Allah kita akan mendatangkan para pakar di bidang itu terkait LGBT tersebut,” pungkas Erna Iriani menutup sesi wawancara.

Reporter: Indra Falmigo, Sudradjat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*