Kasus Persetubuhan Bergilir Kepada Anak di Bawah Umur, 5 Pelaku diancam 15 Tahun Penjara

BOGOR (KM) – Sidang tertutup kesaksian para saksi dalam perkara persetubuhan di bawah umur digelar di Pengadilan Negeri Cibinong kelas 1A dengan tersangka AS serta 4 rekan-rekannya Selasa (13/03/2018).

Menurut keterangan yang dihimpun, korban dipaksa berhubungan intim secara bergilir dan menenggak minuman keras pada hari Minggu 17 Desember 2017 di kampung Tulang Kuning, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Korban berinisial ML (15) mengalami pendarahan dan sempat dirawat selama dua minggu di RS Citra Insani. Pelaku AS, yang merupakan pacarnya saat itu, menyuruh empat rekan-rekannya untuk bergilir melakukan persetubuhan tersebut terhadap ML.

Kasi Pidum Hadi Suprayitno saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa kasus ini memang “luar biasa” yang harus ditegakkan. Pelaku diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kejaksaan sendiri sudah melakukan langkah standar operasi persedur, tinggal pengadilanlah yang memutuskan di dalam sidang tersebut,” katanya.

Di tempat terpisah, Asep selaku orang tua dari korban mengatakan bahwa dirinya melihat “kejanggalan”.

“Sidang ini saya lihat ada kejanggalan, pada saat mengikuti persidangan di ruangan, saya sendiri, saksi dan kuasa hukum disuruh keluar dari ruangan untuk tidak mendampingi.”

“Saya meminta keadilan bagi anak saya dan pelaku di hukum dengan seberat-beratnya,” ucap Asep.

Sementara Bambang selaku Humas PN Cibinong menjelaskan bahwa sidang perkara asusila ini tertutup untuk umum. “Perkara ini adalah asusila anak di bawah umur. Nah ketika para saksi ingin melihat dan menyaksikan nanti di saat sidang putusan, semua dari keterangan saksi semua akan dibacakan dari perkara tersebut,” ungkapnya.

Reporter: man
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*