Kapal KM. Michael Putra Kebakaran di Perairan Selat Gelasa, Puluhan Mobil dan Motor Lenyap

Kondisi kapal KM. Michael Putra saat kebakaran di Perairan Selat Gelasa, Kamis 1/3 (dok. KM)
Kondisi kapal KM. Michael Putra saat kebakaran di Perairan Selat Gelasa, Kamis 1/3/2018 (dok. KM)

BABEL (KM) – Kecelakaan yang menimpa kapal KM. Michael Putra GT. 1140. No. 2504/BC yang membawa 17 Unit Mobil, 36 Motor dan Kelontongan terbakar di Perairan Selat Gelasa, Rabu (28/02/2018). Kapal KM tersebut berangkat dari Pelabuhan Sunda pada Selasa (27/02/2018) sekitar pukul 20.30 WIB dengan tujuan Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Dan kecelakaan ini bermula pada hari Rabu (28/02/18) Pukul 17.00 WIB saat kapal berada pada posisi 03’16″500 S 106’52″500 E dengan keluarnya asap dari dalam palka yang diketahui oleh juru mudi yang bernama Furqon.

Furqon langsung mengecek ke dalam palka dan berusaha melakukan pemadaman, namun api cepat membesar dan terdengar ledakan dari dalam palka.

Melihat kondisi ini, Nakhoda kapal, Nuraini memerintahkan seluruh ABK kapal untuk menyelamatkan diri dengan menggunakan liferaft kapal dan sebagian lainnya menceburkan diri ke laut.

Beruntung, sekitar jam 21.30 WIB seluruh ABK KM. Michael Putra berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan “Lion Saputra” milik Sarifudin dan langsung dibawa ke Sukadamai Toboali.

Pada Kamis (01/03/18) dinihari sekitar jam 01.30 WIB seluruh ABK KM. Michael Putra tiba di Sukadamai Toboali dan langsung dibawa Danposmat TNI AL Toboali guna pendataan dan diminta keterangan.

Danposmat TNI AL Toboali, Pelda (Lis) Paul Prisko Simatupang seizin Danlanal Bangka Belitung Kolonel Laut (P) Iwan Kuswanto ketika dikonfirmasi awak media Kamis sore (01/03/18) membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan seluruh ABK semuanya selamat dari kejadian tersebut yang dibantu nelayan ikan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian yakni Sarifudin.

Dia menambahkan, seluruh muatan kapal berupa 17 unit mobil dan kelontongan tidak bisa diselamatkan kecuali 11 motor dari 36 unit berhasil diselamatkan dan saat ini diamankan di Polres Bangka Selatan.

Guna memastikan kondisi terkini kapal, Posmat TNI Al Toboali, Posmat TNI AL Sadai dan nakhoda kapal beserta kru sebanyak 3 orang, pada Kamis (01/03/18) sekira jam 07.30 WIB berangkat menuju lokasi kejadian. Namun setiba disana kondisi kapal pada saat itu masih terbakar.

“Kami tidak berani mendekat karena dikhawatirkan meledak. Sekitar jam 09.30 WIB kami kembali ke pangkal TNI AL Sadai,” ungkap Pelda (Lis) Paul Prisko Simatupang kepada Awak Media.

Reporter: Suryadi L
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*