Hakim PN Tangerang Terjerat OTT KPK Bersama 6 Lainnya

Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri yang ditangkap KPK hari Senin, 12/3/2018 malam atas kasus suap dalam kasus perdata di Tangerang (dok. KM)
Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri yang ditangkap KPK hari Senin, 12/3/2018 malam atas kasus suap dalam kasus perdata di Tangerang (dok. KM)

TANGERANG (KM) – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK Senin 12 Maret 2018 di Tangerang berhasil mengamankan tujuh orang, empat diantaranya ditetapkan sebagai tersangka yaitu Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri, Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika dan dua orang advokat yakni Agus Wiratno dan HM Saipudin.

OTT yang dilakukan pada Senin sore hingga malam berdasarkan kasus dan informasi masyarakat yang diterima, temuan atau identifikasi komunikasi antara pengadilan dan advokat setelah KPK melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi atas putusan perkara perdata wanprestasi yang disidangkan di PN Tangerang.

Komisioner KPK Basaria Panjaitan menyampaikan bahwa Tuti diduga menyampaikan informasi pada Agus tentang rencana putusan yang isinya menolak gugatan. “Sehari sebelum sidang putusan, pada 7 Maret 2018, Agus atas persetujuan HM Saipudin kembali bertemu dengan Tuti di PN Tangerang,” katanya dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 13/3/2018.

“Diduga saat itu Agus menyerahkan uang Rp 7,5 juta kepada Tuti yang kemudian oleh panitera pengganti itu diserahkan kepada Hakim Wahyu sebagai ucapan terima kasih. Uang ini diberikan setelah ada kesepakatan untuk memenangkan perkara yang ditangani dua advokat tersebut. Namun, uang tersebut dinilai kurang dan akhirnya disepakati nilainya menjadi Rp 30 juta. Kekurangan Rp 22,5 juta akan diberikan kemudian,” terang Basaria menyampaikan kronologis kejadian.

Kemudian 8 Maret 2018, Agus belum menyerahkan sisa kekurangan uang. Pembacaan putusan kemudian menjadi ditunda dengan alasan hakim sedang bertugas di luar kantor. Sidang putusan kembali dijadwalkan pada 13 Maret 2018. “Sehari sebelum sidang, Senin (12/3/2018), Agus melunasi kekurangan uang yang diserahkan kepada Tuti dalam amplop putih,” kata Basaria.

Basaria mengatakan pada saat itu juga, Agus ditangkap KPK. Setelah penyerahan uang, tim kemudian mengamankannya di parkiran PN Tangerang. Tim KPK mengamankan uang Rp 22,5 juta itu dari ruangan Tuti dan mengamankan yang bersangkutan. Tuti, Agus, dan tiga PNS PN Tangerang dibawa ke KPK untuk pemeriksaan awal.

“Senin malam, 12 Maret 2018, pukul 20.00 WIB, KPK kemudian menangkap HM Saipudin di kantornya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dan tim lain kemudian bergerak ke Bandara Soekarno Hatta untuk mengamankan Hakim Wahyu yang baru tiba dari Semarang pada pukul 20.30 WIB,” tambahnya.

Basaria menjelaskan, dari 7 orang yang diamankan, KPK akhirnya menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*