Tuding “Memutarbalikkan Sejarah”, Alumni 212 Minta Presiden Copot Kapolri
JAKARTA (KM) – Aktivis dari “Pergerakan Islam Bersatu” yang tergabung dari beberapa organisasi seperti Alumni 212, API Jabar, KAHMI dan lain-lain, mendatangi Gedung DPR RI untuk menyampaikan pesan terkait pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang beredar viral beberapa waktu lalu.
Para aktivis Alumni 212 tersebut diterima langsung Anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil, Kamis 1/2 di ruang Sekretariat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.
Ketua Aliansi Pemuda Islam (API) Ustadz Asep Syarifuddin mengatakan bahwa pihaknya datang untuk menyampaikan kepada DPR bahwa “kami sudah melayangkan surat kepada Presiden melalui Sektetariat Negara agar Presiden bersikap terkait pidato Kapolri yang berpotensi merusak keutuhan NKRI ini,†ujar Ustadz Asep.
Lebih lanjut kata Asep, “Kita ketahui ada 3 pidato kapolri yang provokatif:
1, hanya NU dan Muhammadiyah lah yang mendirikan negara ini,
2, jangan bekerja sama dengan ormas di luar itu, 3, pidato nya ingin merontokkan negara ini.”
“Ini kan keliru. Kami bukan menolak polisi menjalin kerjasama dengan NU dan Muhamadiyah, silahkan itu,†sambungnya.
Menurut Asep, kalimat yang” hanya dengan NU dan Muhammadiyah” nya itu yang keliru.
Asep meyakini pernyataan Kapolri Itu tidak sesuai dengan sejarah.
“Itu seperti memutarbalikkan sejarah. Oleh karena itu kami datang kemari untuk ada evaluasi.”
“Sebelumnya juga ada kriminalisasi terhadap ulama dan aktifis Islam, oleh karena itu kami datang kemari dengan satu tujuan, bahwa Presiden harus segera evaluasi. Kami minta ke DPR agar mengontrol presiden supaya bener gak, Presiden mengapresiasikan surat yang kita layangkan… untuk segera mencopot dan memberhentikan Kapolri Tito Karnavian,” lanjutnya.
Menurut Asep, pihaknya meminta Presiden agar mencopot Tito karena banyak kebijakannya yang meresahkan.
“Seiring perjalanan, banyak kebijakannya yang meresahkan, makanya kita minta Presiden suruh copot pak Tito,†ucap Asep.
Sementara itu Anggota Komisi III Nasir Jamil mengungkapkan bahwa pihaknya menampung aspirasi tersebut.
“Ya kita menerima apa yang sudah disampaikan tadi, dari Aliansi Pemuda Islam (API), kita tidak berkomentar apapun, dan tidak mendukung apapun, karena kalau sudah masuk ke DPR tentu nanti akan ada sikap dari masing-masing fraksi. Kita sebagai anggota fraksi tentu menunggu dan menerima arahan dari fraksi-fraksi, terkait aspirasi dari API tersebut,†ujar Nasir.
“Terkait pernyataan Kapolri, saya tidak tahu, karena saya tidak melihat ya, nanti kita tunggu sikap dari fraksi-fraksi, kebetulan kita tanggal 8 Februari ada rapat dengan Kapolri,†sambungnya.
Reporter:Indra Falmigo
Editor: HJA
Leave a comment