Tim Gabungan Kerahkan Excavator Dalam Pencarian Korban Longsor Salem Brebes

(dok. KM)
(dok. KM)

BREBES (KM) – Pada hari kedua pasca bencana longsor Salem Brebes, Jumat (23/2/2018), alat berat berupa excavator dikerahkan untuk mencari para korban longsor di Salem.

Excavator yang didatangkan dari Dinas Bina Marga Tegal tersebut sebanyak 2 unit guna membantu dan mempermudah pencarian para korban, mengingat kondisi material longsor yang mencapai kedalaman hingga kurang lebih 10 meter.

Di samping 2 unit excavator, dikerahkan pula beberapa anjing pelacak dari Polres Brebes sebagai alat mendeteksi keberadaan para korban disekitar wilayah longsor.

Dandim 0713/Bbs Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono mengungkapkan, dikerahkannya alat berat berupa excavator dan beberapa anjing pelacak, guna membantu mempermudah pencarian para korban longsor.

“Mengingat kondisi matrial tanah longsor yang mencapai hingga kedalaman 10 meter, kami tim pencari korban memutuskan untuk mendatangkan alat berat dan anjing pelacak. Hal ini untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi para korban,” terangnya.

Dikatakan pula, hingga Jumat (23/2/2018) terdata sebanyak 16 korban dalam pencarian karena tertimbun longsor, 14 orang selamat dan 8 orang meninggal dunia.

Bencana alam tanah longsor yang terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem Petak 26 RPH Babakan pada Kamis (22/2/2018) Pukul 08.00 WIB, menimpa beberapa warga yang sedang beraktifitas baik sedang bertani maupun warga yang melintas di jalan penghubung antara Salem dan Banjarharjo.

Dua korban ditemukan pada hari kedua pasca longsor di Desa Pasir Panjang Kec. Salem Kab. Brebes, yakni Wartinah (45 Tahun) warga Desa Ciputih RT. 02 RW.02 Kec. Salem Kab. Brebes, yang ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di bawah tebing dekat areal persawahan desa setempat tidak jauh dari sungai Pangurudan yang aliran airnya berhulu di Bukit Pangurudan. Sedangkan jasad satu lagi, berupa potongan tubuh laki-laki bernama Kiswan alias Tewul (45 Tahun) warga Desa Pasirpanjang Kec. Salem Kab. Brebes, ditemukan sekitar satu kilometer dari jalan Lio Desa Pasirpanjang dekat aliran sungai.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*