Pengusaha Sapi Ogah Gunakan Gedung Jagal Milik Pemkab Bateng Karena “Tidak Layak”

Tempat pemotongan sapi di Kabupaten Bangka Tengah (dok. KM)

BANGKA TENGAH (KM)Gedung pemotongan hewan sapi (jagal) milik Pemkab Bangka Tengah yang sudah menelan dana anggaran milyaran rupiah sudah tiga tahun tidak dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Menurut masyarakat setempat, pengusaha sapi tidak mau menempati gedung jagal tersebut dikarenakan “belum layak”.

Untuk mencari kebenaran informasi tersebut, wartawan kupasmerdeka.com berusaha menemui Samud (50) selaku pemilik usaha peternak sapi dan pemotongan hewan sapi di kediamannya, Jumat (09/02/2018) pekan lalu.

“Banyak kekurangan di tempat jagal yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pertanian,” jelasnya.

“Tidak ada bak atau tempat air minum sapi, tempat makan sapi posisinya salah, kalau kasih makan di dalam, kita ditumbur sapi. Bahkan bak atau tempat makan sapi itu tidak ada. Dan juga tempat pemotongan sapi, pipa yang dipasang tidak sesuai. Saya bingung cara kontraktor bekerja. Selain itu tempat tinggal atau tempat nginap orang yang jaga sapi tidak ada. Masak sapi mau ditinggal begitu saja, tanpa ada orang yang jaga,” ujar Samud.

“Kalau Pemerintah Bangka Tengah mau lihat perbandingan di tempat pemotongan sapi yang ada di Air Mawar Kota Pangkalpinang, itu sangat beda yang ada di Bangka Tengah sekarang ini. Dan menurut saya, bangunan itu terlampau besar. Sedangkan di Koba hanya saya sendiri usaha tempat pemotongan sapi. Sementara dalam satu hari potong sapinya satu ekor dan paling banyak dua ekor sapi,” sambungnya.

“Walaupun saya tidak pindah ke tempat baru, di tempat sekarang ini saya tetap bayar Pajak dan Retribusi, Rp. 25.000 per kepala sapi. Udah berapa puluh tahun saya bayar pajak, Pak? Bagi saya ditempat mana pun, saya mau pindah, asalkan memenuhi syarat untuk pindah.”

“Kalau Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, mau menyerahkan kepada saya harus ada secara tertulis dan resmi, agar kita tidak dipertanyakan sama para Anggota Dewan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng),” ujar Samud.

Hingga kini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah, Rusli Khaidir tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Reporter: Suryadi L
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*