Pengadaan Komputer di Disdik Provinsi Babel Diduga Sarat KKN

PANGKALPINANG (KM) – Persoalan anggaran dana makan minum di instansi Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel) selama tahun 2017 lalu yang menelan dana sebesar Rp 13 milyar sempat ramai diberitakan di sejumlah media massa nasional, lantaran anggaran senilai tersebut terkesan tak wajar.

Kali ini, lagi-lagi proyek lainnya di instansi tersebut kembali menuai sorotan, lantaran proyek pengadaan komputer CBT UNBK senilai Rp 13 milyar pada tahun anggaran sama (2017) diduga bermasalah.

Kondisi tersebut diketahui ketika wartawan kupasmerdeka.com menelusuri ke salah satu sekolah (SMK Negeri 1) di wilayah Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah belum lama ini.

Seorang petugas bagian lab komputer di SMKN setempat saat ditemui belum lama ini mengatakan jika kondisi komputer hampir seluruh perangkat komputer CBT UNBK yang didistribusikan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Babel justru tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kalau perangkat komputernya bagus sih. Hanya saja komputer ini tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya ya karena pada servernya kurang satu slot mestinya 2 slot baru bisa terkoneksi dalam jaringan,” kata petugas itu sambil menunjukkan kondisi server yang dimaksudnya itu.

Ia menambahkan, jumlah total komputer CBT UNBK yang disalurkan ke SMKN 1 Pangkalan Baru yakni berjumlah sebanyak 42 unit komputer berikut server.

Selain itu dikabarkan pula jika sejumlah komputer CBT UNBK lainnya pun di salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka pun diduga mengalami hal serupa alias tak dapat difungsikan seperti halnya kondisi yang terjadi di SMKN 1 Pangkalan Baru, hal itu pun lantaran diduga server yang didistribusikan ke sekolah tersebut tidak sesuai spek.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun wartawan KupasMerdeka.com menyebutkan jika proyek pengadaan komputer CBT UNBK pada tahun 2017 itu di instansi Dinas Pendidikan Provinsi Babel totalnya sebanyak 1.160 unit.

Dalam kegiatan ini selaku pihak pelaksana atau perusahaan kontraktor yang memenangkan tender pengadaan komputer itu yakni PT Bhineka Mentari Dimensi (BMD), dan perusahaan ini pun diketahui berlokasi kantor di kawasan Sunter, Jakarta Pusat.

Terkait proyek ini pula, sejumlah komputer yang diadakan oleh PT BMD tersebut disalurkan ke sejumlah SMA/SMK seluruh kabupaten di provinsi Babel kecuali kota Pangkalpinang.

Sedangkan dalam kegiatan pengadaan perangkat server dilakukan oleh perusahaan lainya yakni PT Trinity Agung Persada (TAP), begitu pula dalam kegiatan proyek ini diduga pekerjaan lain pun seperti pekerjaan pemasangan sambungan koneksi jaringan justru oleh perusahaan lain pula, namun sayangnya proyek ini diduga bermasalah lantaran komputer CBT UNBK yang disalurkan ke sejumlah sekolah di Babel diduga tak dapat difungsikan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, M Soleh membantah jika proyek pengadaan komputer CBT UNBK pada tahun 2017 lalu bermasalah.

“Tidak ada masalah dengan proyek itu. Semua komputer sudah disalurkan ke sejumlah sekolah di kalangan SMA atau SMK sederajat se – Babel terkecuali sekolah di Kota Pangkalpinang,” kata Soleh saat ditemui wartawan kupasmerdeka.com, di ruang kerjanya belum lama ini.

Reporter: Suryadi L
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*