Menpan RB: “Banyak Perbaikan, Kota Bogor dapat Menjadi Kota Percontohan”
BOGOR (KM) – Bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan – RB) Asman Abnur, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto jalan sehat pagi mengelilingi lapangan Sempur dan pedestrian Kebun Raya Bogor, Jumat (02/02/2018).
Dimulai dari Balaikota Bogor, kegiatan ini pun diikuti oleh seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarif Hidayat.
Sepanjang gerak jalan sehat, Bima Arya dan Asman Abnur tampak berdialog serius dan disela canda tawa untuk mencairkan suasana sepanjang perjalanan dengan jarak lebih dari 5 kilometer itu.
Satu per satu fasilitas publik ia perlihatkan di hadapan Menpan-RB, mulai dari jalur pedestrian yang ramah penyandang disabilitas, perubahan Taman Sempur, penataan sekitar Tugu Kujang, hingga kerjasama dengan LIPI selaku pengelola Kebun Raya.
“Tadi saya diajak keliling-keliling sama Pak Walikota, selain ada Istana dan Kebun Raya, ternyata di sekelilingnya ada pasar, jogging track, taman bermain, pedestrian. Jadi, sekali lagi saya memberikan apresiasi, banyak perubahan di Kota Bogor. Mudah-mudahan tambah bagus lagi ke depannya agar bisa menjadi salah satu Kota percontohan di Indonesia,” ungkapnya kepada awak media (02/02).
Pria yang pernah menjabat Wakil Walikota Batam ini menambahkan, menjadi hal yang wajar ketika Kemenpan-RB mengganjar Pemkot Bogor di bawah kepemimpinan Bima Arya dengan predikat B untuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
“Kota Bogor ini naik dari CC ke B. Artinya, pengelolaan keuangannya itu manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini berdasarkan survei, bukan penilaian saja,†jelasnya.
Asman Abnur menyatakan LAKIP merupakan proses evaluasi yang dilakukan kementeriannya terhadap pengelolaan keuangan.
“Jadi, sekarang yang menjadi penilaian kami adalah outcome, bukan hanya serapan, bukan hanya laporan keuangan tapi hasilnya apa. Kota Bogor ini hasilnya jelas ada infrastruktur yang bisa dinikmati masyarakat. Selama ini banyak daerah yang pengelolaan keuangannya, uangnya habis tapi hasilnya tidak ada. Tidak ada manfaatnya buat masyrakat. Itu yang kami evaluasi,†tuturnya.
Menurut dia, Kota Bogor punya potensi yang sangat besar sebagai destinasi pariwisata, bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) hingga wisata olahraga.
“Tinggal bagaimana menatanya, menjadi suatu kota yang cantik dan memiliki daya tarik luar biasa. Pak Wali tinggal memberikan ruang kepada investor untuk membangun fasilitas lainnya yang mendatangkan PAD untuk Kota Bogor. Sejauh ini sudah baik, tinggal birokrasinya, ASN-nya, bagaimana menanamkan jiwa entrepreneur dalam mengelola kawasan ini. Kalau dikelola dengan jiwa kewirausahaan dan ditambah hospitality, keramahtamahan dan melayani, saya yakin Bogor akan menjadi suatu kota percontohan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan terimakasihnya kepada Menpan-RB yang sudah datang ke Kota Bogor, tidak untuk sekedar olahraga juga memberikan semangat kepada para ASN untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang berintegritas dan bersih.
“Jalan sehat ini dalam rangka kemarin Pemkot Bogor naik kelas. Pak menteri mengucapkan selamat. Terus saya minta pak menteri untuk menyemangati ASN di Kota Bogor. Saya minta kementerian datang ke Bogor, Alhamdulillah mau. Ya supaya bisa naik kelas lagi tahun depan, bisa jadi BB atau mungkin A. Sekarang kan B, sebelumnya CC,†ungkap Bima.
Selama perjalanan, kata Bima, Menpan-RB kaget melihat perubahan penataan kawasan di Kota Bogor, khususnya di sekitar Istana. “Tanggapan beliau kaget juga. Beliau belum pernah jalan keliling di luar Istana Bogor. Kata Pak Menteri pedestriannya nyaman, terus saya ajak ke Sempur. Pak menteri bilang ke saya untuk diukur indeks kebahagian warganya. Karena beliau lihat warganya lebih bahagia,†pungkasnya.
Reporter: Dody
Editor: HJA
Leave a comment