Buwas: Narkoba Masuk Indonesia dari Sebelas Negara
JAKARTA (KM) – Menjelang berakhirnya masa jabatan Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) pada tanggal 1 Maret 2018 mendatang, Buwas melaporkan pencapaiannya Komisi III DPR RI dalam Rapat dengar Pendapat (RDP) siang ini 6/2 di Kompleks Parlemen, Jakarta.
“Apa yang sudah saya lakukan, sedang, dan belum, sehingga nanti untuk pedoman dalam mendukung pengganti saya nanti untuk menyelesaikan pekerjaan saya di BNN ini,†ujar Buwas kepada wartawan usai RDP.
Buwas mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia masih dalam ancaman narkoba yang “sangat serius”.
“Kita harus tetap menanganinya dengan serius, maka betul-betul nanti mendapat dukungan dari lapisan masyarakat termasuk DPR,†imbuhnya.
Dalam kesempatan itu Buwas mengungkapkan bahwa ada 11 negara yang men-supply narkotika secara aktif di Indonesia.
“Untuk jenis tertentu, seperti sabu ya itu produk terbesar yang masuk ke Indonesia, itu dari China, tapi bukan berarti China tunggal ya. Yang memproduksi sabu terbesar bukan hanya China tapi terbesar presentasinya dari China. Kalau ekstasi terbesar dari Eropa, Amsterdam, Jerman gitu. Kalau negara tetangga sepeti Singapura, dia men-supply tapi tidak membuat, dia transit karena jaringannya ada di sana. Dia transit terus disuplai ke Indonesia,” beber mantan Kabareskrim itu.
“Seperti tadi saya sampaikan, disini ada upaya-upaya meregenerasi pasar-pasar yang dilakukan oleh jaringan, karena jaringan ini selalu eksis, laku, dan pengguna-penggunanya harus fokus, dia harus ada regenerasi pangsa pasar dan dia menetapkan 10% dari hasil penjualan narkotika itu untuk membiayai pangsa pasar, itu harus kita pahami ya,†lanjut Buwas.
Ia juga mengungkap bahwa untuk tahun 2018 ini, prioritas BNN berada dalam pencegahan. “Yang kita utamakan sekarang di lingkungan keluarga yaitu peran seorang ibu, di pendidikan seorang guru, terus di lingkungan sosial, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, yaitu tadi yang saya bilang kita akan galakkan ini.”
“Sehingga harapan saya kita tidak berantas-berantas seperti ini, tapi kan sudah ada penolakan secara dini, jadi pangsa pasarnya kita tekan agar semua bisa hilang,†tutupnya.
Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA
Leave a comment