Bima Arya: Sepanjang 2017, Lebih dari 2500 RTLH “Disulap” Jadi Rumah Layak Huni

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi warga penerima RTLH di Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor 7/2/2018 (dok. KM)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi warga penerima RTLH di Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor 7/2/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Jumlah penerima program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bogor terus ditambah. Data Pemerintah Kota Bogor menyebutkan sebanyak 2.506 RTLH telah disulap menjadi Rumah Layak Huni sepanjang 2017. Rumah tersebut kini sudah memenuhi persyaratan keselamatan dan kecukupan minimal bangunan.

Jumlah pengajuan RTLH tahun 2016 seluruhnya mencapai 6.974 proposal. Setelah diverifikasi, yang mendapat bantuan sebanyak 2.506 dengan nilai bantuan sebesar Rp 21,59 miliar.

Untuk memastikan pembangunan sesuai kualitas yang diharapkan dan sesuai sasaran, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku dalam setiap kunjungan ke wilayah ia selalu memastikan pengerjaan RTLH betul-betul tuntas.

“Program RTLH ini ada yang bersumber dari APBD dan jumlahnya terus kita naikkan. Juga ada sumbernya dari CSR perusahaan. Yang saya minta, memastikan pekerjaannya itu tuntas, kualitas pengerjaannya baik dan memperhatikan aspek-aspek yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup keluarga,” ungkap Walikota Bogor itu di sela kunjungan ke wilayah Curug Mekar, Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (07/02/2018).

Aspek kualitas yang dimaksud Bima Arya adalah tersedianya ventilasi udara yang memadai dan ketersediaan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

“Setiap ke wilayah pasti saya menyempatkan diri mengunjungi rumah, baik yang direncanakan akan dibangun, apakah tepat sasaran atau tidak, maupun RTLH yang sudah dibangun dan layak huni. Jadi secara kuantitas bertambah karena yang membutuhkan banyak, secara kualitas juga kita pastikan memenuhi standar hidup sehat warga,” ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan perbaikan RTLH, adalah Suheri (38). Warga Curug Mekar itu mengaku sangat bersyukur, penantian panjangnya akhirnya terpenuhi untuk memperbaiki rumahnya agar layak huni.

“Alhamdulillah akhirnya rumah saya masuk ke dalam program RTLH. Sudah sekitar 7 tahun saya mau memperbaiki rumah tapi tidak ada dana,” ujar pria yang berprofesi sebagai ojek online itu.

Di rumah berkuran sekitar 2×4 meter itu, Suheri tinggal bersama istri dan ketiga anaknya. Setiap hujan mengguyur, mereka mengaku selalu waswas dengan kondisi bangunan yang didominasi oleh kayu dan bambu itu. Bahkan, beberapa celah hanya dututup oleh spanduk bekas.

“Ya saya kasihan sama anak-anak. Kalau malam hujan, tidur ga nyenyak. Tapi sekarang Alhamdulillah ada upaya dari Pemerintah Kota Bogor untuk memperbaiki,” katanya.

Adapun sepanjang 2017, penerima bantuan RTLH terbanyak berada di wilayah Kecamatan Bogor Barat dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 1.002 RTLH, kemudian di Kecamatan Tanah Sareal sebanyak 655 RTLH, di Kecamatan Bogor Selatan 328 RTLH, di Kecamatan Bogor Timur 281 RTLH, di Kecamatan Bogor Utara 225 RTLH dan terakhir di Kecamatan Bogor Tengah ada 15 RTLH.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*