Bang Japar Depok Mengaku “Siap” Bantu Pemkot Basmi Kemaksiatan

Ade Maryani, Ketua Bang Japar Komando Wilayah Depok (dok. KM)
Ade Maryani, Ketua Bang Japar Komando Wilayah Depok (dok. KM)

DEPOK (KM) – Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara atau yang kenal dengan “Bang Japar” yang dibentuk menjelang Pilkada DKI 2017 lalu mulai melebarkan sayapnya dengan membentuk cabang-cabang organisasinya, termasuk di wilayah Kota Depok.

Dalam audiensinya dengan wartawan KM, Komandan Bang Japar wilayah Kota Depok, Ade Maryani menjelaskan bahwa dirinya baru dilantik sekitar 1,5 bulan lalu.

“Ditunjuk sejak 3 bulan lalu, namun baru turun SK dan dilantik langsung oleh ketum dan sekjen sekitar 1,5 bulan lalu,” jelasnya.

Aktivis wanita yang dikenal dengan panggilan Ummi Yani ini lebih lanjut menjelaskan kiprah Bang Japar kedepan khususnya untuk wilayah Depok adalah untuk membantu Pemkot dalam pembinaan masyarakat guna menjauhi dan turut serta dalam memberantas praktek-praktek kemaksiatan seperti judi, miras, narkoba, termasuk LGBT yang sedang marak dibahas.

Diantara program yang dijalankan adalah dengan mengadakan pengajian keliling per dua minggu sekali dan terbuka untuk masyarakat sekitar. Pada saat kegiatan itulah juga disampaikan ajakan dan himbauan untuk sama-sama menjauhi dan memberantas praktek kemaksiatan tersebut. “Kita tidak akan bisa memberantas kemaksiatan jika kita jauh dari agama,” ujar Ummi Yani.

Saat ditanya apakah ormas ini berafiliasi dengan partai politik tertentu, ia menegaskan bahwa Bang Japar tidak terkait dengan parpol manapun.

“Ini murni gerakan masyarakat dan tidak ada di bawah atau ditunggangi oleh kepentingan partai politik manapun,” jelasnya.

“Namun bila ada dari anggota Bang Japar yang akan mencalonkan diri dalam Pilkada tentu akan didukung sejauh dia Muslim yang baik,” lanjutnya.

Terkait dengan isu-isu penegakan hukum belakangan ini, ia menyatakan ikut prihatin, karena menurutnya ada banyak ketimpangan-ketimpangan. “Yang sudah jelas bersalah, dipelintir dengan berbagai alasan. Entah orang gila lah dan sebagainya, sehingga bebas dari jeratan hukum. Sementara bagi pihak yang menyuarakan kebenaran langsung dipenjara seperti aktivis wanita Asma Dewi yang hingga kini belum jelas apa kesalahan dan tuduhannya namun tetap ditahan,” ungkapnya.

Saat ditanya kenapa lebih memilih bergabung dengan ormas besutan Fahira Idris itu, Ummi Yani menyampaikan kalau ormas ini “sejalan” dengan visi-misi nya sebagai seorang aktivis.

“Banyak organisasi yang melamar saya untuk ikut bergabung, namun saya lebih memilih Bang Japar karena visi-misi nya sejalan dengan cita-cita saya untuk bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak, lebih-lebih bermanfaat bagi kepentingan agama dalam memberantas kemaksiatan,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*