APJI Depok Ajak Pengusaha Jasa Boga Dan UKM Kota Depok Untuk “Bersatu”

Ketua APJI Depok Siti Khadijah dan Chef Yousef Khadari usai sesi wawancara, Kamis 15/2 (dok. KM)
Ketua APJI Depok Siti Khadijah dan Chef Yousef Khadari usai sesi wawancara, Kamis 15/2 (dok. KM)

DEPOK (KM) – Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Depok mengadakan musyawarah bersama para pengusaha catering dan UKM se-Kota Depok di ruang gedung BJB, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (15/2) dengan mengambil tema “Para Pengusaha Jasa Boga/Catering Kota Depok Satukan Tekad Untuk Membangun dan Memajukan Kuliner di Kota Depok”.

Acara dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus APJI Depok, pengusaha catering dan pelaku UKM di wilayah Depok.

“Alhamdulillah banyak yang hadir dan responnya baik, khususnya setelah mereka tahu program-program kami, karena kami di APJI mengutamakan pelatihan dan pelatihan itu beragam supaya dapat mengangkat pengusaha-pengusaha kecil menjadi besar dan yang sudah besar bisa lebih besar lagi,”, ujar Siti Khadijah, Ketua APJI Depok.

“Bisa dilihat sendiri antusias mereka, padahal kami mencanangkan program pelatihan gratis bagi anggota, namun mereka justru tetap ingin membayar pelatihan yang akan diselenggarakan nanti, dan mereka minta agar segera diadakan pelatihannya,” lanjut Siti.

Saat ditanya maksud dan tujuan diselenggarakannya acara ini, Siti Khadijah yang juga pemilik Catering Lestari menjelaskan bahwa ia ingin mengajak pengusaha catering untuk bersatu.

“Sebenarnya saya ingin mengajak seluruh pengusaha jasa boga Depok bersatu, karena dengan bersatu banyak yang dapat kita lakukan, karena pengusaha jasa boga di Depok ini banyak sekali sedangkan order-order catering orang Depok banyak yang lari ke Jakarta, padahal catering di Depok banyak dan tidak kalah bagus kualitasnya dengan yang di Jakarta,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan KM.

“Jadi kami ingin dengan bersatunya pengusaha jasa boga Depok bisa menghambat masuknya catering dari Jakarta, dan mereka yang hadir saat ini punya harapan besar supaya usaha mereka bisa lebih berkembang lagi,” lanjutnya dengan antusias.

Selepas acara pertemuan ini, diagendakan pada minggu ketiga Februari ini akan diselenggarakan pelatihan.

“Ini sebagai langkah awal pasca pertemuan hari ini, direncanakan pada minggu ketiga bulan ini sudah ada pelatihan hygiene sanitasi. Memang banyak juga yang sudah pernah ikut pelatihan ini, tapi saya lihat masih banyak yang belum ikut pelatihan jenis ini,” jelasnya lagi.

Selain pengusaha jasa boga dan pelaku UKM se-Kota Depok, acara juga dihadiri oleh kepala cabang BPJS Depok dan perwakilan dari Bank Jabar Depok.

“Dari BPJS menyampaikan informasi pentingnya BPJS tenaga kerja khususnya pada poin perlindungan keselamatan kerja dan kematian, kalau dari BJB sayangnya yang disampaikan adalah program dana pensiun, padahal yang saya harapkan adalah informasi cara permodalan karena seringkali mereka kekurangan dana saat mendapatkan order,” kata ketua APJI kota depok ini.

“Harapan saya adalah bagaimana caranya kita bersatu sehingga UKM-UKM itu bisa meningkatkan penghasilan, kemudian kualitasnya juga bisa tingkatkan sehingga yang tadinya kegiatan mereka hanya dari bazar ke bazar tetapi kalau kita bisa tingkatkan penghasilan mereka, saya rasa mereka tidak perlu lagi mengejar bazar,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

Reporter: Sudrajat

Editor: HJA

1 Comment

  1. siti Arwah nasution February 17, 2018 at 10:33 am

    great and sucsess

Leave a comment

Your email address will not be published.


*