Tidak Temui Pengunjuk Rasa, Bima Arya Dinilai Tak Pantas Pimpin Kota Bogor Kembali

Aksi Unjuk Rasa Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang (dok. KM)
Aksi Unjuk Rasa Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang (dok. KM)

KOTA BOGOR (KM) – Merasa kecewa dan “selalu dibohongi”, ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Kebon Kembang Blok F menggeruduk Balaikota Bogor, Rabu 03/01/2018.
Dari pantauan kupasmerdeka.com, para pengunjuk rasa hanya diterima oleh perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Direktur Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor. Hal ini di kritisi Praktisi Hukum yang juga Aktivis 98, Budi Suryadi Putera. 

“Masalah yang sangat bersentuhan dengan masyarakat langsung yakni para pedagang yang ada di Pasar Kebon Kembang Walikota tidak mau menemui, malah diwakili, ini tidak mencerminkan seorang pimpinan di Kota Bogor,” jelas Budi kepada kupasmerdeka.com, 3/1.

“Apapun alasannya, seharusnya Bima Arya mengerti ini aksi suara para pedagang yang sudah lama menjadi korban dari permasalahan di Blok F,” sambungnya.

“Jangan menghindar, kenapa tidak ada keberanian menghadapi langsung para pedagang? Gak punya nyali dan tidak punya rasa tanggung jawab terhadap warganya yang sedang dalam masalah,” ujarnya. 

“Segala bentuk masalah Revitalisasi Blok F yang sudah berlarut-larut tentunya karena ketidaktegasan Bima Arya selaku Walikota, yang mengakibatkan keresahan para pedagang.”

Praktisi hukum itu menuturkan, “ketika jajaran PD PPJ tidak bisa menyelesaikan masalah ini, yang ada hanya janji-janji busuk, kemana Bima Arya? Hanya diam dan menonton saja”.

“Apakah karena ada kepentingan yang tidak terpenuhi sehingga Bima Arya hanya diam saja, tidak bertindak tegas pada jajaran PD PPJ, saya rasa publik perlu kejelasan, yang sejelas-jelasnya,” tutur Budi.

“Secara kepemimpinan,” lanjut Budi, “sudah sangat tidak layak Bima Arya menjadi Walikota 2 periode, suatu kesalahan besar warga Kota Bogor jika kembali memilih Bima Arya menjadi pemimpin Kota Bogor.”

“Jika tidak bisa menyelesaikan masalah pedagang saja selama 5 tahun kepemimpinannya bagaimana bisa membangun dan mensejahterakan Kota Bogor?”

“Sangat bodoh dan tidak punya nurani jika masih ada saja partai-partai politik yang mau mengusung Bima Arya untuk maju kembali menjadi Walikota Bogor,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*