Praktisi Hukum: “Masih Saja Ada Partai Yang Mengusung Petahana, Sungguh Sangat Bodoh!”

Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor, Bima Arya dan Dedie Rachim (dok. KM) Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor, Bima Arya dan Dedie Rachim (dok. KM)

KOTA BOGOR (KM) – Pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor telah dimulai. Beberapa nama Calon sudah beredar dan akan segera mendaftar diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor.
Calon petahana Bima Arya berpasangan dengan Dedie Rachim, diusung beberapa partai politik akan segera mendaftarkan diri ke KPUD Kota Bogor.

Hal ini mendapat kritik tajam dari praktisi hukum Budi Suryadi Putera. “Sungguh tidak tahu diri jika masih saja mau maju seorang Bima Arya, apalagi partai-partai pendukungnya, ditambah dengan  merangkul dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk menjadi wakilnya, sudah tidak sehat semua ini,” ungkap Budi kepada kupasmerdeka.com Selasa (09/01/2018).

“Sudah tidak berpikir logis dan haus kekuasaan semua partai-partai yang katanya berjuang untuk rakyat. Jangan pura-pura bodoh, kepemimpinan Bima Arya di Kota Bogor kita semua tahu masalah PDJT, PD PPJ, Masjid Agung, Transmart, musibah kebakaran di Kelurahan Gudang, dan banyak lagi masalah yang tidak tuntas, apalagi kasus Angkahong yang seolah-olah hilang tak jelas,” ujarnya.

Budi yang juga mantan aktivis 98 itu menuturkan, “Warga Kota Bogor harus sadar masalah ini, dan juga politisi-politisi partai cuma bisa mendukung hanya karena kepentingan partainya dan pribadinya, tapi lupa pada kepentingan warga Kota Bogor. Pura-pura bodoh atau memang sudah bodoh partai yang mendukung Bima Arya?” ketusnya.

“Sudah jelas masalah Kota Bogor yang tak kunjung selesai selama kepemimpinan Bima Arya, tapi masih saja ada partai politik yang mendukung, ditambah lagi Wakilnya dari KPK, sungguh sudah tidak sehat para politisi ini,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*