Miris! Pembangunan RTLH Mangkrak di Leuwisadeng, Satu Keluarga Terpaksa Tidur Sebulan di Gubuk Dapur Kecil

BOGOR (KM) – Ia berharap rumahnya menjadi nyaman dan tidak bocor lagi ketika dibangun dari bantuan Pemkab Bogor melaui Program RTLH, namun cerita lain malah didapatinya. Bagi Khaerudani (47), warga Kampung Legog Dadap RT 01 RW 06, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, setelah rumahnya yang berukuran 4 x 6 m dibongkar dan direnovasi dengan batuan RTLH, bukan selesai tapi malah ditinggalkan begitu saja oleh pihak desa hingga mangkrak satu bulan lamanya.

Ia pun akhirnya terpaksa harus tidur di dapur yang bersebelahan langsung dengan kamar mandi bersama istrinya, Yeyen (25) dan 4 orang putranya.

“Sudah satu bulan lamanya rumah saya terbengkalai. Tidak dilanjutkan pengerjaanya oleh pihak desa. Pas saya tanya ke pekerjanya sih alasannya dia gak mau ngerjain lagi karena gak dibayar oleh pihak desa,” katanya.

Dia menceritakan, selama rumahnya dibongkar, untuk berteduh bertahan hidup dirinya merekayasa membuat gubuk bambu sisa dari rumahnya yang dibongkar, dan terpaksa tidur di sebuah dapur berukuran kecil menyatu dengan kamar mandi.

“Hanya ini yang kami bisa tempati, saya berharap rumah saya segera dilanjutkan pengerjaanya, kasihan anak-anak saya soalnya tidur di dapur,” pintanya.

Sementara Pihak Desa Leuwisadeng melaui Sekertaris Desa, Bachtiar saat dikonfirmasi, Rabu (17/1) tidak bisa menjelaskan secara lengkap alasan terbengkalainya RTLH itu.

“Nanti saya konfirmasi dan koordinasi sama kepala desa, dan akan memanggil tim TPK [tim pelaksana kerja] nya,” singkatnya.

Kasie Ekbang Kecamatan Leuwisadeng M. Suyatman mengaku akan memanggil Kepala Desa Leuwisadeng untuk menanyakan kenapa belum beresnya hingga terbengkalai satu bulan pengerjaan RTLH itu.

“Saya akan cek dan bicara sama Kades. Seharusnya untuk pengerjaan RTLH itu 9 hari sudah beres, nanti akan kita tanyakan,” pungkas Suyatman.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*