Masih Dalam Penyelidikan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Penembakan di Depan THM Lips

Wadir Reskrimum Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo bersama Kabidkum Polda Jawa Barat Kombes Iksan Bagus Pramono Saat Konpers Di Mako Polresta Bogor, Selasa 23/1 (dok. KM)
Wadir Reskrimum Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo bersama Kabidkum Polda Jawa Barat Kombes Iksan Bagus Pramono Saat Konpers Di Mako Polresta Bogor, Selasa 23/1 (dok. KM)

KOTA BOGOR (KM) – Sampai saat ini Kepolisian belum menetapkan tersangka tragedi penembakan di depan tempat hiburan malam (THM) Lipss yang terjadi pada Sabtu (20/01/2018). Hingga kini polisi belum menetapkan satu pun tersangka atas perkelahian salah satu kader Partai Gerindra dengan Brimob Kelapa Dua Depok yang berujung tewasnya salah satu dari mereka.

Pasalnya, sampai saat ini polisi masih mendalami penyelidikan atas peristiwa matinya Fernando di THM tersebut dan memeriksa saksi-saksi, termasuk saksi dari calon istri Briptu Ridho, yaitu Lusiana dan juru parkir.

Wadir Reskrimum Polda Jawa Barat, AKBP Trunoyudo menjelaskan, “Kita belum bisa menetapkan tersangka, karena masih dalam penyelidikan, hingga hari ini kami sudah periksa 10 saksi untuk dimintai keterangan, diantaranya tiga orang teman dari almarhum [Fernando], calon istri Briptu Ridho, juru parkir Fajar dan Deri, serta orang-orang yang terlibat maupun tidak tapi melihat kejadian tersebut, termasuk dua saksi dari Polsek Bogor Timur,” jelasnya kepada awak media di Mako Polresta Bogor, Selasa (23/1/2018).

Trunoyudo yang didampingi Kabidkum Polda Jawa Barat, Iksan Bagus Pramono mengatakan, “penyelidikan ini dilakukan secara maraton, dalam penyelidikan tersebut tentu membutuhkan waktu, karena harus ada kecermatan dan ketelitian, serta analisis dari pihak ahli.”

“Kami juga belum bisa memeriksa Briptu Ridho, karena kondisinya masih kritis, dan dirawat di RS Kramat Jati Jakarta. Kami akan minta keterangan dokter soal kondisi terakhir Briptu Ridho, kemudian hasil visum dan autopsi sementara ini coba kita untuk menganalisa,” ucapnya.

“Selain para saksi,” lanjut Trunoyudo, “berbagai barang bukti pun sudah disita, seperti satu buah senjata api jenis HS kaliber 9 milimeter, berikut satu buah magazine, amunisi 4 butir. Selain itu, timnya juga mendapati adanya CCTV dan akan uji secara digital forensik oleh tim ahli,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*