Warga Lhoksukon Gotong Royong Tambal Tanggul Sungai yang Jebol Dihantam Banjir

Warga Dusun Layang saat melakukan gotong royong menambal tanggul Sungai Keureutoe Jum'at (dok. Raz/KM)
Warga Dusun Layang saat melakukan gotong royong menambal tanggul Sungai Keureutoe Jum'at (dok. Raz/KM)

ACEH UTARA (KM) – Puluhan warga Gampong Blang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, melakukan gotong royong secara tradisional memperbaiki tanggul Krueng Keuruto yang jebol akibat dihantam banjir beberapa hari yang lalu, Jumat (8/12/2017) pagi.

Tanggul Krueng Keureutoe itu jebol pada saat banjir melanda kawasan itu. Beberapa titik tanggul pun jebol di Gampong Blang, tapi yang paling parah hanya di Dusun Layang.

Pantauan KM di lokasi, terlihat sejumlah warga Gampong Blang secara swadaya manambal dan menimbun Tanggul Krueng Keureutoe dengan menggunakan tanah timbunan yang diambil dari sekitar lokasi yang dimasukkan dalam karung, dan sebagai benteng penyangga turut ditanam cabang  kayu jenis sentang yang sudah dipotong di sekitar lokasi.

M. Yusuf di dampingi Usman, warga Gampong Blang mengatakan, jebolnya Tanggul Krueng Keurutoe jebol pada Selasa (5/12) Subuh sekitar pukul 5.00 WIB. Luapan air sungai langsung memasuki pemukiman penduduk, namun kini air mulai surut, tapi warga setempat masih dihantui rasa takut akan banjir susulan.

“Tanggul sungai ini jebol sekitar pukul 5.00 WIB pagi pada hari Selasa yang lalu. Airnya langsung meluap dan memasuki rumah warga, ini kami sedang bergotong royong dari pagi, dengan cara menambal dengan tanah timbunan seadanya, disini warga semua tanpa ada tokoh gampong seperti Keuchik dan kadus. Kami kuatir akan banjir lagi jika hujan deras turun dan kembali lagi meluap,” kata Yusuf. 

Menurut Usman, warga dusun setempat saat dijumpai media ini Jumat sore di lokasi yang sama, pihaknya harus memperbaiki tanggul karena ada masih ada rumah di dusun setempat yang masih terendam banjir.

”Di dusun kami ada sekitar 30 KK lagi yang belum bisa pulang dan masih mengungsi, karena air masih merendam rumahnya. Gotong royong ini kami lakukan secara swadaya,” kata Usman yang dibenarkan Yusuf.

Menurut warga setempat, jika tidak diperbaiki maka air akan terus masuk ke pemukiman penduduk, apalagi jika debit air sungai penuh. Pihaknya berharap agar ada upaya khusus dari pamerintah untuk memperbaiki tanggul yang dimaksud.

Sementara Saifuddin, Camat Lhoksukon, saat dikonfirmasi melalui selularnya mengatakan, dirinya sedang mengikuti rapat dengan pihak pemerintah Kabupaten setempat.

“Maaf saya sedang ada rapat, nanti dihubungi kembali ya,” ucap Camat Lhoksukon.

Reporter: Raz
Editor: HJA 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*