Setelah 8 Bulan dan Rp 7 Miliar, Akhirnya Jembatan Cipamingkis Diresmikan

BOGOR (KM) – Perbaikan dan pembangunan jalur Transyogi Jakarta-Bandung atau lebih dikenal masyarakat dengan nama Jembatan Cipamingkis, kini telah rampung pengerjaannya. Padahal, diperkirakan sebelumnya awal tahun 2018 jembatan itu baru akan rampung.

Peresmian jembatan tersebut pun dilaksanakan Rabu siang (20/12/2017).

Pantauan di lapangan, pembukaan dan peresmian Jembatan Cipamingkis tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat M Guntoro, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Yani Hasan, Camat Jonggol Beben Suhendar, serta Muspika Jonggol.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat M Guntoro, dalam sambutannya mengungkapkan, dalam pembangunan Jembatan Cipamingkis ini tidak ada kendala yang berarti, sehingga pembangunannya dapat berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, pembangunan ini bisa selesai sebelum waktunya. Dalam kontrak dengan pihak ketiga, harusnya jembatan ini selesai pada tanggal 24 Desember 2017, tapi hari ini sudah bisa kita resmikan dan dipakai jembatannya,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Cipamingkis ini menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 7 miliar, dan mendapatkan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupa rangka baja.

“Kalau diuangkan, rangka baja dari Kementerian PUPR itu sekitar Rp 4,3 miliar,” tuturnya.

Saat disinggung soal pembangunan tembok penahan tebing (TPT) di aliran Sungai Cipamingkis, dirinya mengaku, tahun depan akan dilaksanakan pembangunan tersebut dengan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 10 miliar.

“Insya Allah untuk tebingan itu akan kita bangun tahun depan,” janjinya.

Dirinya juga menghimbau, agar masyarakat dapat mengawasi truk yang melintasi jembatan ini tidak bermuatan lebih, sehingga Jembatan Cipamingkis tersebut tidak cepat rusak.

“Kita sudah pasang rambu-rambu agar kendaraan yang melintas ini muatannya tidak lebih dari delapan ton,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Camat Jonggol Beben Suhendar mengatakan, selesainya pembangunan Jembatan Cipamingkis ini “sangat membahagiakan” masyarakat, lantaran selama jembatan tersebut rusak dan dalam proses pembangunan, lalu lintas masyarakat terganggu.

“Warga sangat menyambut baik selesainya pengerjaan jembatan ini, karena akses jalan utama warga dapat kembali berjalan normal seperti sediakala,” katanya.

Ia menjelaskan, jembatan darurat yang sebelumnya dikelola oleh warga, dengan sendirinya akan berhenti, karena Jembatan Cipamingkis telah selesai dibangun, dan bisa digunakan kembali.

Beben berharap, kedepannya Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membangun tebingan di sisi Sungai Cipamingkis, untuk memperlama umur jembatan.

“Kalau tebingan ini tidak bangun, maka air sungai akan kembali menggerus jembatan tersebut,” paparnya.

Diketahui, kurang lebih 8 bulan ini masyarakat yang ingin melewati jalur Jonggol via Jembatan Cipamingkis hanya bisa melewati jalur alternatif yang dibuat oleh warga masyarakat secara Swadaya, yakni ada 2 titik yang pertama arah ke Kp.Bengkong dan arah ke Kp. Jagaita sendiri persis melewati kebawah jembatan yang terputus.

Reporter: Yudhi/RED
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*