Ponpes Binaul Ummah Bantul Ingin Bentuk Santri yang Berwawasan Global dan Inovatif

[08:28, 12/7/2017] Hero Akbar: KH. Ichsanudin bersama para Santri di halaman Masjid Ponpes Binaul Ummah (dok. KM) [08:28, 12/7/2017] Hero Akbar: KH. Ichsanudin bersama para Santri di halaman Masjid Ponpes Binaul Ummah (dok. KM)

BANTUL, DIY (KM) – Keseimbangan hidup baik bangsa maupun pribadi memang sangat diperlukan. Dengan adanya pondok pesantren, hal ini merupakan wadah dan cara menuju keseimbangan jiwa agar terbangun hidup berbangsa dan bernegara yang religius, nasionalis dan sejahtera.

Itulah kata-kata yang diungkapkan oleh KH. Ichsanudin, pengasuh Pondok Pesantren Binaul Ummah, Wonolilo Pleret, Bantul, D.I. Yogyakarta Selasa 5/12 saat ditemui oleh awak media KM di pondok pesantrennya saat penutupan Ulangan Semester MTs Binaul Ummah.

Dalam pantauan awak media KM, Ponpes Binaul Ummah memiliki santri sebanyak 155 orang yang terdiri dari tingkat MTs, Madrasah Diniyah dan adapula santri dari kalangan mahasiswa. Di dalam pondok pesantren ini, sejak sebelum adzan subuh, aktivitas sudah dimulai dengan membiasakan diri sholat malam bersama. “Bahkan tidak sedikit masyarakat sekitar pun ikut serta mengikuti sholat malam (tahajud) bersama para santri dan Pak Kiai Ichsan” papar Amran, warga setempat yang berhasil ditemui wartawan KM.

Lokasi Sumur Pengolahan Biogas Limbah Kotoran Sapi di Ponpes Binaul Ummah Wonolilo Pleret Bantul (dok. KM)

Lokasi Sumur Pengolahan Biogas Limbah Kotoran Sapi di Ponpes Binaul Ummah Wonolilo Pleret Bantul (dok. KM)

Di pagi harinya, KH. Ichsan mengajak KM untuk melihat hasil inovasi yang dibuat para santri mahasiswa Binaul Ummah dalam mengolah limbah kotoran sapi untuk dijadikan biogas sebagai bahan bakar saat mengolah masakan. KH Ichsan memaparkan, “Cara inovasi ini dibuat agar para santri tidak hanya berkutat dalam pelajaran agama saja. Namun santri harus bisa berwawasan global agar semua yang Gusti Allah ciptakan pasti punya manfaat dan tidak akan pernah sia-sia,” pungkas KH. Ichsan.

Reporter: Gie/Arkan
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*