Pengamat: “Kebakaran Kampung Gudang Cermin Gagalnya Penataan Kota Bogor” 

Asap mengepul dari lokasi kebakaran di Kampung Gudang, Kota Bogor, Senin 25/12 (dok. KM)
Asap mengepul dari lokasi kebakaran di Kampung Gudang, Kota Bogor, Senin 25/12 (dok. KM)

KOTA BOGOR (KM) – Musibah kebakaran di kawasan padat penduduk di Kampung Gudang, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, pada Minggu 25/12/2017, menyebabkan lebih dari 77 Kepala Keluarga (KK) dan 251 warga Kota Bogor kehilangan rumah serta harta bendanya.
Musibah ini terjadi di daerah yang tidak lebih dari 1 km jaraknya dari Balaikota Bogor dan Istana Bogor. Hal tersebut memancing kritik dari praktisi hukum Budi Suryadi Putera SH, yang menerangkan kepada Kupasmerdeka.com Selasa (26/12/2017).

“Sebab akibat yang terjadi jangan semata-mata hanya karena hal yang terjadi di tempat lokasi musibah kebakaran… Kejadian ini menjadikan pandangan kita bahwasanya daerah yang padat penduduk bahkan bisa dikatakan masih dalam keadaan kumuh, dengan jarak yang sangat dekat dengan kantor Pimpinan Kota Bogor yaitu Walikota Bogor,” ujarnya. 

Budi yang juga aktivis 98 ini menuturkan, “jika masih terlihat jelas daerah padat penduduk dan kumuh di dekat Balaikota Bogor, sudah jelas gagalnya pembangunan dan penataan Kota Bogor oleh Walikota Bima Arya.” 

“Gagalnya jelas dimana program penataan dan pembangunan yang lebih baik untuk warga Kota Bogor oleh Bima Arya. Kawasan Kampung Gudang ini tidak jauh jaraknya dari Balaikota, tapi kenapa selama hampir 5 tahun Bima Arya menjadi Walikota tidak bisa menata dengan baik,” tuturnya.

“Jangan hanya bisa membuat taman saja sebagai Walikota, lihat penataan-penataan daerah yang padat dan kumuh, jika hanya sekedar membuat taman, tidak perlu Walikota bergelar Doktor lulusan luar negeri, lulusan Sekolah Dasar pun sanggup dan mampu,” tegasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*