Komisi IV DPRD Bogor Minta Disdik Tanggung Jawab atas Gagalnya UAS di Beberapa Kecamatan

BOGOR (KM) – Ribuan siswa pada hari Senin tidak mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS), karena tidak adanya lembar soal, begitupun ujian hari kedua masih banyak sekolah di kecamatan Cigombong dan Cijeruk masih banyak sekolah tidak kebagian kertas soal ujian.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor harus tanggung jawab. “Jangan sampai ribuan siswa gagal lagi mengikuti ujian akhir semester (UAS) khususnya di dua kecamatan Cigombong dan Cijeruk. Semua itu pihak Dinas Pendidikan yang harus bertanggung jawab, karena sekolah di bawah Dinas Pendidikan.” 

“Pihak Dinas Pendidikan harus segera mengambil tindakan segera turun ke lapangan, seperti apa kendala di lapangan [sehingga] bisa terjadi dua kecamatan siswa gagal mengikuti ujian,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui HP.

Politisi PKS ini meminta agar pihak Disdik segera berupaya dan mengambil langkah serius, agar semua siswa bisa mengikulti ujian seperti biasa.

“Lembar soal UAS dari mulai hari senin untuk wiilayah lain tidak ada hambatan, tapi kenapa di dua kecamatan seperti Cigombong dan Cijeruk bisa lambat?Keterlambatan itulah yang harus ditelusuri, jangan sampai besok hari ketiga ujian semua siswa masih ada kendala,” jelasnya.

Kasi Kurikulim Disdik, Ade Suryana, menjelaskan, bahwa pembuatan dan pengadaan naskah untuk PAS semuanya itu dikondisikan oleh pihak panitia kecamatan yang terdiri dari pengurus K3S dan pengawas sekolah.

“Diantaranya diawali dengan penyusunan kisi-kisi, terus prosesnya melalui penyusunan soal oleh tim penyusun soal di kecamatan yang terdiri dari guru-guru yang ditunjuk oleh koordinator dan pengawas. Semua itu untuk menghindari beberapa kesalahan seperti kalimatnya, pilihannya atau gambarnya. Setelah itu baru dijadikan master untuk diserahkan ke percetakan yang menjadi rekanan,” jelas Ade. 

Kasi Kurikulum menambahkan, permasalahan terlambatnya distribusi naskah soal dari percetakan, mungkin disebabkan oleh keterlambatan penyerahan master soal oleh pihak panitia kecamatan sehinga proses cetak jadi terkendala.

“Lambatnya lembar soal mungkin disebabkan adanya keterlambatan penyerahan master soal oleh panitia kecamatan,” pungkasnya.

Reporter: EF
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*