Ketua MPR: “Masalah Perekonomian Terakumulasi Sejak Indonesia Merdeka Sampai Hari Ini”

Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan sambutan pada acara Diskusi Panel
Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan sambutan pada acara Diskusi Panel "Penurunan Daya Beli Lemah, Kerjaan Orang Politik Atau Benar Adanya?" di Perbanas Institute, Kamis 7/12 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Diskusi panel yang diselenggarakan di Auditorium Perbanas Institute menghadirkan ketua MPR RI H. Zulkifli Hasan sebagai Keynote Speaker Kamis siang 7/12. Diskusi Panel yang mengusung tema “Penurunan Daya Beli Lemah, Kerjaan Orang Politik Atau Benar Adanya?” tersebut dihadiri Civitas Akademika Perbanas Institute.

Di awal pemaparannya, Zulkifli menghimbau para mahasiswa yang hadir agar bersungguh-sungguh dalam belajar. “Banyak sekali sepantaran kalian anak-anak muda di luar sana yang selesai SMA tidak bisa melanjutkan kuliahnya, ada juga yang sampai SMP tidak juga melanjutkan. Oleh karena itu kalian beruntung dan keberuntungan itu jangan disia-siakan, optimalkan dengan belajar bersungguh-sungguh kalau tidak kalian telah menyia-nyiakan masa depan, karena masa depan kalian masa depan Indonesia,” nasehatnya kepada para mahasiswa.

Terkait dengan tema diskusi, Ketua MPR-RI menyatakan enggan masuk ke ranah teknis ekonomi. Politisi PAN ini lebih senang menyampaikan pertanyaan ke hadirin. “Saudara-saudara, apakah kita sudah sejahtera?” tanyanya kepada peserta diskusi.

“Saya tidak membahas daya beli turun, tentu tidak, tetapi sebelumnya saya garisbawahi dulu, kalau ini nanti ada yang kritis, saya menggarisbawahi tidak menyalahi pemerintahan yang sekarang, karena ini adalah akumulasi mulai sejak Indonesia merdeka sampai hari ini,” lanjutnya.

“Tidak adil kalau kita menyalahi kepemimpinan Pak Jokowi yang baru tiga tahun, apakah janji sosial telah terwujud? Bung Karno mengatakan kita semua merdeka agar semua sejahtera, makanya sila kelima adalah “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Nah saya mulai dari sila kelima itu apakah sudah terwujud?” ungkapnya.

Lebih lanjut ketua MPR menyampaikan indikator ekonomi dengan terlebih dulu mengilustrasikan kemajuan-kemajuannya.

“Banyak yang sudah kita capai antara lain otonomi daerahnya, pembangunan di sana-sini, apalagi di zaman Pak Jokowi bangun jalan dimana-mana memperluas infrastruktur, demokrasi kita semakin hari semakin matang, Pilkada kemarin gak ada masalah, Pilkada tahun kemaren gak ada masalah, cuma satu yang masalah DKI, tapi udah kelar juga kan sudah dilantik, gak ada soal, soalnya cuma 1, ada kata-kata pribumi dan non pribumi itu aja, lainnya gak ada masalah, lancar,” jelasnya.

“Jadi banyak kemajuan. Sebagai orang yang beragama sepatutnya kita mensyukuri nikmat Tuhan itu,” pungkasnya.

Terkait pertanyaannya yang mengacu ke sila kelima, Zulkifli menegaskan fakta yang terjadi hingga saat ini. “Faktanya, 1% orang menguasai 64% sumber daya alam, dan 1% lebih orang kaya menguasai jumlah 80% uang,” tegasnya.

Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa catatan yang disampaikannya, yaitu kemiskinan dan kesenjangan.

“Kemiskinan yang terjadi sangat ekstrim, seperti kita baca berita ada orang mati mau ke rumah sakit lalu ditolak karena tidak punya uang, itu yang disebut miskin yang ekstrim. Kemudian korupsi, 1 bulan ada 5 kepala daerah ditangkap, Bupati, Walikota, 1 anggota DPR, 1 Ketua Pengadilan, 1 Jaksa yang ditangkap KPK, hanya dalam waktu satu bulan! Tidak ada negara di planet bumi ini seperti itu, jadi juara dunia,” jelas Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN ini.

Reporter: Sudrajat, Indra Falmigo
Editor: HJA

1 Comment

  1. Ketua mpr apaan dia ini. Ngomong kaya org takut. Katakan kebenaran itu walau berakibat. Jgn sok bijak. Klo gk jgn komen. Gk punya prinsip. Slalu ambil jln aman. Hadeeeh dapil lampung ingetin tuh

Leave a comment

Your email address will not be published.


*