Fahri Hamzah Dukung Gerakan Boikot Produk Amerika

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberi keterangan kepada pers, Selasa 26/9 (dok. KM) Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberi keterangan kepada pers, Selasa 26/9 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah turut memberikan komentarnya terkait kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan Presiden AS itu sontak membuat gaduh dunia internasional, khususnya dunia Islam.

Tak mau ketinggalan dengan rekan sejawatnya Fadli Zon yang sama-sama duduk sebagai wakil ketua DPR RI, ia pun turut menyoroti persoalan Yerusalem tersebut. “Amerika sibuk dengan diri dan kepentingannya sendiri. Apalagi Presiden Donald Trump sendiri tidak pernah baca sejarah, tidak baca konteks dunia. Dia sibuk untuk mengurai bagaimana keluar dari masalahnya sendiri,” ujar Fahri saat ditemui wartawan usai menjadi keynote speaker di acara “Seminar dan Ekspo Filantropi 2017” di Gedung DPR RI, Jumat 8/12.

“Menurut saya, Donald Trump akan dijatuhkan oleh Senat dan Kongres AS, karena penyelidikan tentang keterlibatan Rusia dalam memenangkan dia di Pilpres AS itu makin lama makin kelihatan. Jadi mungkin ia mau mengalihkan isu dalam negerinya itu, tapi akibatnya dia mengorbankan apa yang sudah menjadi percakapan dunia tentang perdamaian dunia, dimana Yerusalem adalah bagian dari negara Palestina yang sampai sekarang merdeka pun ditahan-tahan sehingga menimbulkan ketidakpastian… Sekarang ini malah membuat pengumuman bahwa Ibukotanya diambil alih, itu kan ngawur sekali,” jelasnya.

Lebih lanjut Fahri Hamzah memaparkan mengenai posisi Yerusalem dalam 70 tahun terakhir. “Pertama itu adalah bagian dari sejarah orang Palestina yang sekitar-sekitarnya sudah dirampas, tetapi dalam semua perjanjian yang pernah ada dalam 70 tahun ini, posisi Yerusalem tidak pernah bisa menjadi bagian dari Israel, tetapi lebih dekat menjadi bagian dari Palestina. Dan sejarahnya memang begitu, karena mereka mengelola kota suci, kota agama dimana di situ ada rumah ibadah agama-agama. Jadi kebijakan Trump ini agak mencemaskan,” katanya lagi.

Mantan politisi PKS ini juga menyarankan supaya pemerintah Indonesia harus bersikap lebih keras, bukan hanya menyesalkan. “Kita mesti kembali pada esensi pendiri bangsa kita dan posisi Palestina di dalamnya. Kalau kita membiarkan pencaplokan ini, apalagi sudah setiap hari Israel mencaplok tanah-tanah di sekitar orang Palestina, sekarang jantungnya dicaplok. Ini kan kejahatan yang mengabaikan semua resolusi yang pernah ada, termasuk di PBB,” jelasnya lagi.

Mengenai adanya gerakan-gerakan untuk memboikot produk-produk AS, Fahri sangat mendukung hal tersebut dan menilainya sebagai gerakan sosial. “Itu sangat positif, biar Amerika bangkrut sekalian karena kelakuan presidennya itu, ini satu orang bikin pusing seluruh dunia,” pungkasnya menjawab pertanyaan wartawan.

Reporter: Sudrajat, Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*