Hujan Deras Guyur Lhokseumawe dan Aceh Utara, Belasan Kecamatan Terendam Banjir

ACEH (KM) – Hujan terus menerus di Kota Lhokseumawe mengakibatkan beberapa Desa di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe,dan beberapa Desa di Kabupaten Aceh Utara, terendam banjir.
Desa yang terkena banjir yakni Mane Kareung, Asan Kareung, Rayeuk Kareng, Kumbang Punteut, Blang Punteut, dan Mesjid Punteut.

“Hujan terus mengguyur kota Lhokseumawe, menjelang sore Jumat (01/12/2017) air terus naik mulai melewati badan jalan dan air terus meluap, ratusan rumah warga terendam banjir, di Desa Mane Kareung, Asan Kareung dan Rayeuk Kareung,” ujar Badlisyah, warga Desa Asan Kareung.

Sebagian rumah warga Desa Mesjid Punteut, Kumbang Punteut, Blang Punteut, Kecamatan Blang Mangat juga ikut terendam banjir.

“Saya sangat terkejut di saat terbangun pukul 04.00 WIB pagi (02/12/2017), air sudah meluap di dalam rumah, tutur Dek Na, Warga Desa Mesjid Punteut.

Pantauan Kupasmerdeka.com, ratusan rumah terendam banjir dan di tempat tertentu ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini terlihat di sejumlah desa lainnya di Kecamatan Blang Mangat.

16 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara juga terendam banjir, yakni Kecamatan Langkahan, Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Samudera, Simpang Keuramat, Muara Batu, Kuta Makmur dan Sawang, Syamtalira Aron dan Geureudong Pase.

Banjir terparah di Kecamatan Matang Kuli, 22 Desa terendam banjir, ratusan warga terpaksa mengungsi ke surau dan meunasah serta ke titik-titik aman lainnya.

Air juga menggenangi kawasan Jalan Elak, Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Genangan air merendam badan jalan dari arah Simpang Kandang menuju Simpang Alulim dan dari Bukit Rata ke arah Jeulikat. 20 personil Brimob Detasemen B Jeulikat Jumat (01/12/2017) ikut membatu pengendara yang terjebak banjir.

Pada pukul 21.00 WIB, Sabtu malam (02/12/2017) khususnya di Kecamatan Blang Mangat, banjir terus menyusut. Seperti pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, banjir tersebut tidak bertahan lama. “Kalau banjir terjadi pada pagi hari, maka pada malam harinya air surut, semoga saja tidak hujan lagi dan terjadi banjir susulan,” tutur Dek Na.

Reporter: Khaled
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*