[FOTO] Rangka Tidak Sesuai, Atap MI Mathlaul Anwar Cibungbulang Roboh

Atap MI Mathlaul Anwar roboh akibat rangka atap yang ringkih (dok. KM) Atap MI Mathlaul Anwar roboh akibat rangka atap yang ringkih (dok. KM)

BOGOR (KM) – Atap bangunan sekolah MI Mathlaul Anwar, Desa Ciaruteun Udik, Cibungbulang, ambruk bersama Dana, seorang pekerja yang saat itu tengah memperbaiki genteng yang bocor, Kamis 30/11.

Robohnya atap sekolah itu diduga akibat kontruksi baja ringan yang tidak sesuai dengan spek sehingga tidak kuat menahan beban genteng tanah di atasnya.

Anis, saksi mata, menjelaskan bahwa kejadian ambruknya atap sekolah itu terjadi sekitar pukul 13.00 siang. “Ini bangunan baru, ini tidak seimbang dengan genteng makanya ambruk. Beruntung Pak Dana tidak mengalami luka berat dan untung aja di bawah tidak ada anak sekolah. Tidak kebayang kalau di bawah ada anak sekolah,” ujarnya.

Mendengar atap bangunan sekolah MI Matthaul Anwar yang ambruk, Kepala Desa Ciaruten Udik Tadjudin bergegas mendatangi lokasi kejadian

“Gila, ini baja ringannya di bawah standar, tipis banget. Walaupun ini pengajuannya ke Depag atau Kemenag, tetap pengajuannya melalui Desa dan ini bisa diajukan di dalam Musrenbang Desa atau bisa direvisi di dalam anggaran Desa yang sudah ada,” tegas Tadjudin.

Dikonfirmasi di kediamannya, Kepala Sekolah MI Mathlaul Anwar Mumung Mintarsih menjelaskan bahwa pembangunan pemasangan kontruksi baja ringan menggunakan anggaran dari sisa-sisa dana BOS atau sisa anggaran apapun, termasuk dana pribadinya sendiri.

“Tiga hari yang lalu saya menyuruh ke Pak Dana untuk memasang plafon, mumpung ada uang sedikit, lalu anak-anak kelas lima dipindah ke perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda mau ambruk. Itu bangunan baru, setahun pun belum,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, “Memang tidak ada yang memperhatikan ke MI dari Depag. Jauh sebelum pembangunan dikerjakan, saya sudah menyampaikan ke Ustadz Azis Sarnata selaku ketua Mathlaul Anwar Kabupaten Bogor untuk datang melihat kerusakan, tapi beliau hanya janji-janji doang. Kalau sudah kejadian begini kan malu-maluin Mathlaul Anwar, memang tidak ada yang memperhatikan ke MI mah dari Depag juga,” keluhnya kepada Kupas Merdeka.

Sementara itu, Dana, pekerja yang jatuh saat atap itu ambruk bersyukur dia tidak mengalami luka berat.

“Saya di atas sedang membetulin genteng yang bocor, lalu tiba-tiba bergerak reot dan ambruk, saya pun ikut terjun bebas kebawah tapi alhamdulillah saya tidak mengalami luka berat hanya kepala sakit dan tangan lecet-lecet,” kata Dana sehabis dirinya pulang berobat ke dokter terdekat.

Dikonfirmasi terkait kejadian ambruknya sekolahan tersebut melalui media Whatsapp, Ketua Yayasan Mathlaul Anwar Azis Sarnata belum bisa memberikan jawaban.

Reporter: DP
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*